comscore

Demo Anti-Kudeta Sudan Berlanjut Usai PM Hamdok Mengundurkan Diri

Willy Haryono - 05 Januari 2022 07:34 WIB
Demo Anti-Kudeta Sudan Berlanjut Usai PM Hamdok Mengundurkan Diri
Demonstran Sudan membakar ban dalam aksi protes terbaru di Khartoum, 4 Januari 2022. (AFP)
Khartoum: Ribuan warga Sudan turun ke jalanan ibu kota Khartoum dan kota-kota lainnya di seantero negeri dalam kelanjutan aksi protes anti-kudeta pada Selasa, 4 Januari 2022. Demonstrasi semacam ini berlanjut setelah Perdana Menteri Abdalla Hamdok mengundurkan diri.

Hamdok digulingkan dari kekuasaan dalam kudeta militer pada Oktober 2021. Satu bulan setelahnya, militer Sudan memulihkan jabatan Hamdok melalui sebuah perjanjian demi meredakan situasi.
Namun perjanjian semacam itu tak lantas meredam gelombang unjuk rasa. Aksi protes tetap berlanjut, dan para demonstran menyerukan agar pemerintahan di Sudan benar-benar hanya terdiri dari jajaran sipil tanpa ada sedikit pun pengaruh militer.

PM Hamdok memutuskan mundur pada hari Minggu kemarin, usai bentrokan antar pasukan keamanan dan pengunjuk rasa berujung pada tewasnya tiga orang. Kala itu, PM Hamdok mengaku gagal mencari kompromi antara jajaran militer dan gerakan pro-demokrasi.

Baca:  PM Sudan Mengundurkan Diri Usai Kematian 3 Demonstran Anti-Kudeta

Dalam aksi protes terbaru, ribuan warga beraksi di Khartoum dan kota kembarnya, Omdurman. Dikutip dari PBS, serangkaian foto dan video di internet memperlihatkan para pengunjuk rasa yang bernyanyi, memukul-mukul drum dan mengibarkan bendera Sudan.

Demonstrasi serupa terlihat di beberapa kota lain, termasuk Port Sudan yang berada di wilayah timur.

Menjelang aksi protes, otoritas Sudan menutup beberapa ruas jalan utama di Khartoum dan Omdurman. Taktik semacam itu sudah pernah diterapkan sejak dua bulan lalu dalam mencegah demonstran memasuki gedung-gedung pemerintah.

Sejak kudeta militer tahun lalu, hampir 60 pedemo tewas dan ratusan lainnya terluka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan, menurut data dari sebuah grup medis Sudan.

Mundurnya Hamdok dari jabatan PM dipastikan membuat Sudan semakin terjerembab ke jurang ketidakpastian.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres sebelumnya telah menyerukan "dialog bermakna" antar semua kubu berseteru di Sudan demi "mencapai solusi inklusif, damai dan abadi."

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id