Iran Tolak Negosiasi Nuklir Walau Biden Menang Pilpres

    Willy Haryono - 22 September 2020 08:57 WIB
    Iran Tolak Negosiasi Nuklir Walau Biden Menang Pilpres
    Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. (Foto: AFP)
    Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, Teheran tidak berencana menegosiasikan ulang perjanjian nuklir 2015 walau nantinya Joe Biden menang dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat. Ia menegaskan, Washington harus kembali ke perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) "tanpa syarat apapun."

    Dalam wawancara virtual bersama Dewan Hubungan Asing (CFR), Zarif membicarakan berbagai topik, termasuk wacana menghidupkan kembali JCPOA usai AS mundur dari perjanjian tersebut pada 2018.

    Saat ditanya seperti apa reaksi Iran jika Biden menang dalam pilpres AS pada November mendatang, Zarif mengatakan bahwa Teheran hanya khawatir terhadap kebijakan-kebijakan Washington, bukan politik internalnya.

    Biden, yang pernah menjadi wakil presiden pendamping Barack Obama, bertekad mengadopsi kembali JCPOA jika Iran sepenuhnya mematuhi perjanjian tersebut.

    Zarif mengatakan, karena AS adalah pihak yang pertama melanggar JCPOA pada 2018, maka tanggung jawab memperbaiki kepercayaan seputar perjanjian itu harus ditanggung Negeri Paman Sam. Ia menegaskan bahwa AS harus terlebih dahulu menarik semua tindakannya terhadap Iran sebelum JCPOA dapat kembali dinegosiasikan.

    "AS harus terlebih dahulu memperbaiki diri, harus kembali menjadi anggota komunitas internasional. AS juga harus mulai mengimplementasikan kewajiban-kewajibannya, setelah itu baru kita dapat membicarakan perjanjian," ujar Zarif, dikutip dari laman Middle East Eye, Selasa 22 September 2020.

    Menurut Zarif, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari JCPOA semata karena tidak suka dengan Obama. Ia kembali menekankan bahwa hal terpenting bagi Teheran adalah perilaku pemerintahan AS, bukan politik internal di Washington.

    "Hal terpenting adalah perilaku mereka. AS telah berperilaku sangat tidak bertanggung jawab di komunitas internasional," tutur Zarif.

    "Saya rasa AS harus bisa menunjukkan bahwa mereka berkomitmen terhadap perjanjian ini, bahwa mereka tidak akan melanggarnya lagi," pungkasnya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id