Israel Bantah Keterlibatan dalam Ledakan di Beirut

    Fajar Nugraha - 05 Agustus 2020 01:04 WIB
    Israel Bantah Keterlibatan dalam Ledakan di Beirut
    Tentara Lebanon di lokasi ledakan yang melanda Beirut pada 4 Agustus 2020. Foto: AFP/Anwar Amro
    Tel Aviv: Masih belum jelas apa yang sebenarnya yang menyebabkan ledakan dahysat di Beirut, Lebanon. Namun Israel segera menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam ledakan itu.

    Baca: Ledakan Hebat Mengoyak Jantung Ibu Kota Lebanon.

    "Israel tidak ada hubungannya dengan insiden itu," kata pejabat yang enggan menyebut namanya, seperti dikutip Al Arabiya, Rabu 5 Agustus 2020.

    Sementara Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengatakan kepada televisi Israel N12 bahwa ledakan itu kemungkinan besar merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh kebakaran.

    Ibu Kota Beirut diguncang dengan dua ledakan besar yang meratakan sebagian besar pelabuhan. Kuatnya daya ledak menyebabkan kerusakan gedung-gedung dan meledakkan jendela dan pintu.

    Rekaman video ledakan menunjukkan asap raksasa tampak di langit Ibu Kota, Beirut pada 4 Agustus 2020.

    Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hasan, telah mengatakan banyak yang terluka dan kerusakan parah akibat ledakan tersebut. Tetapi kantor berita Reuters menyebutkan 10 orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

    Tidak jelas apa yang menyebabkan ledakan itu, tetapi kantor berita pemerintah Lebanon NNA dan dua sumber keamanan mengatakan ledakan itu terjadi di daerah pelabuhan di mana ada gudang yang menampung bahan peledak.

    Baca: 10 Orang Dilaporkan Tewas dalam Ledakan di Beirut.

    Spekulasi muncul bahwa ledakan itu terjadi menjelang putusan dalam persidangan atas pembunuhan mantan PM Rafik Hariri pada 2005.

    “Pengadilan PBB akan mengeluarkan putusannya dalam persidangan empat tersangka dalam pembunuhan dengan bom mobil Hariri,” lapor BBC.

    “Keempatnya adalah anggota kelompok Hizbullah. Namun kelompok ini secara konsisten menyangkal peran apa pun dalam kematian Hariri. Keempat diduga pelaku diadili secara in absentia dan putusannya akan dikeluarkan pada Jumat 6 Agustus 2020,” imbuh laporan BBC itu.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id