Pompeo: Trump Tawarkan Manfaat Ekonomi Nyata untuk Palestina

    Fajar Nugraha - 30 Oktober 2020 00:16 WIB
    Pompeo: Trump Tawarkan Manfaat Ekonomi Nyata untuk Palestina
    Menlu AS Mike Pompeo dalam sebuah dialog antar agama yang diselenggarakan GP Ansor. Foto: YouTube GP Ansor
    Jakarta: Amerika Serikat (AS) menjadi mediator normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dengan Israel. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pun menjelaskan peran negaranya saat di Jakarta.

    Berbicara pada dialog bertema ‘Nurturing the shared civilizational aspirations of Islam Rahmatan li al-‘Alamin’ yang diadakan GP Ansor, pada Kamis 29 Oktober 2020 di Jakarta, Pompeo menjelaskan visi Presiden Donald Trump mengenai kesepakatan yang disebut Abraham Accord itu.

    “Apa yang telah kami lakukan dengan Abraham Accords sebagai komponen yang meningkatkan kapasitas rakyat Palestina untuk bernegara, sesuai dengan visi kami untuk perdamaian dan mewujudkan hidup lebih baik bagi orang-orang di seluruh Timur Tengah,” ujar Menlu Mike Pompeo.

    “Tentu saja termasuk untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza dan rakyat Palestina yang tinggal di sana. Ada beberapa yang berpikir ini bertentangan, namun entah bagaimana Uni Emirat Arab dan Bahrain dan sekarang Sudan mengakui bahwa Israel memiliki hak untuk berdaulat,” ucapnya.

    AS percaya bahwa kondisi sekarang menetapkan kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan Presiden Trump dalam visi perdamaian dengan Palestina. Menurut Pompeo, Trump menginginkan untuk masuk ke dalam percakapan yang memberikan hasil yang baik bagi rakyat Palestina. Jika kembali ke visi perdamaian di beberapa waktu yang lalu, Pompeo menegaskan pemerintah AS meletakkan jalan menuju solusi dua negara.

    Menurutnya pemerintahan Presiden Donald Trump menawarkan manfaat dan bantuan ekonomi nyata bagi warga yang tinggal di Tepi Barat. Bagi Pompeo, ini adalah dasar untuk serangkaian percakapan penting yang cerdas.

    “Kami yakin Abraham Accord menetapkan syarat-syarat di mana negara-negara Arab sekarang mengakui bahwa Israel memiliki hak untuk hidup. Kami berharap orang-orang Palestina akan mengakui hal itu dengan cara yang sama,” imbuh Pompeo.

    Pompeo menambahkan, ada anggapan bahwa orang Palestina memiliki hak veto, yang akan mencegah bentuk negosiasi apa pun tentang stabilitas negara dan perdamaian di Timur Tengah.

    “Kami tidak menerima anggapan itu. Kami percaya bahwa kami dapat melawan arus. Anda dapat membangun hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab. Dan di saat yang sama bekerja dengan giat untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina yang keras itu,” tegasnya.

    Harapan Pompeo saat ini adalah kepemimpinan Palestina akan menemukan cara untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam perundingan damai.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id