Hamas Tegaskan Israel Bertanggung Jawab Penuh atas Kematian Warga Gaza

    Willy Haryono - 15 Mei 2021 18:43 WIB
    Hamas Tegaskan Israel Bertanggung Jawab Penuh atas Kematian Warga Gaza
    Sejumlah roket meluncur dari Jalur Gaza menuju Israel pada Sabtu, 15 Mei 2021. (MAHMUD HAMS / AFP)



    Gaza: Israel bertanggung jawab penuh atas berlanjutnya aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil di Jalur Gaza, ucap pemimpin kelompok Hamas pada Sabtu, 15 Mei 2021. Ismail Haniyeh mengatakan bahwa serangan brutal Israel terhadap kamp pengungsi Al-Shati merupakan kelanjutan dari pembantaian mereka di sejumlah wilayah Palestina.

    Setidaknya 10 warga sipil Palestina, termasuk delapan anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel. Serangan tersebut menghancurkan sebuah rumah di kamp pengungsian Al-Shati di kota Gaza bagian barat.

     



    "Pembantaian oleh Israel di Jalur Gaza memperlihatkan ketidakberdayaan dan dilema musuh di hadapan perlawanan besar," kata Haniyeh, dilansir dari laman Anadolu Agency.

    Haniney menegaskan bahwa para pejuang Palestina akan "terus membela masyarakat dan mengalahkan pasukan musuh serta mencegah berlanjutnya pembantaian."

    Kemenkes Gaza mencatat total 37 anak-anak dan 22 perempuan termasuk dari 144 korban tewas serangan Israel. Sementara jumlah korban luka tercatat melampaui 950 orang sejak Senin kemarin.
     
    Pasukan Israel melancarkan hampir 30 serangan udara antara Jumat malam dan Sabtu pagi di wilayah utara Gaza. Dalam serangkaian serangan tersebut, sebuah masjid hancur berantakan.
     
    Serangan udara dan peluncuran roket dipicu ketegangan di Yerusalem Timur, termasuk mengenai rencana penggusuran rumah di wilayah Sheikh Jarrah dan penyerbuan pasukan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa.

    Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang Arab-Israel di tahun 1967. Israel kemudian menganeksasi keseluruhan kota tersebut pada 1980, sebuah langkah yang tidak diakui komunitas internasional hingga saat ini.

    Sementara itu, seorang utusan khusus Amerika Serikat telah tiba di Tel Aviv untuk mendorong upaya gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Kedatangan utusan khusus AS berlangsung menjelang pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Minggu besok.

    Baca:  Bawa Bendera Palestina, Ratusan Warga Yordania Kecam Agresi Israel

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id