Diplomasi Publik Indonesia Berkembang Pesat di Ethiopia

    Achmad Zulfikar Fazli - 14 Mei 2021 23:46 WIB
    Diplomasi Publik Indonesia Berkembang Pesat di Ethiopia
    Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur. Dok. Istimewa



    Addis Ababa: Diplomasi publik Indonesia di Ethiopia berkembang sangat pesat sejak dua tahun terakhir. Terutama, diplomasi publik di kalangan pemuda, civitas, akademika, pengusaha, dan organisasi masyarakat.

    Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, ketika menyampaikan kuliah umum di hadapan 250 mahasiswa dan akademisi Harambee University, Adama. Harambee University berada di sekitar 100 kilometer (km) selatan kota Addis Ababa, Ethiopia.

     



    Diplomasi publik adalah setiap upaya yang dilakukan suatu bangsa dan negara untuk meningkatkan hubungan antarorang atau kelompok, serta memenangkan hati dan pikiran masyarakat di luar negeri untuk kepentingan negara tersebut,” kata Dubes Al Busyra pada kuliah umum bertajuk Diplomasi Publik dan Hubungan Indonesia-Ethiopia, Jumat, 14 Mei 2021.

    Kegiatan penting diplomasi publik Indonesia di Ethiopia, antara lain Indonesia-Ethiopia Student Correspondence Program (IESCOP), Indonesia-Ethiopia Young Entrepreneurs Forum, Listen to Voice of Indonesian-Ethiopian Youth, dan Indonesia Ambassador Motivational Speech for the Youth. Kemudian, diskusi, seminar, menghadirkan pemuda Ethiopia pada Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID), Bali Democracy Student Conference (BDSC), dan kunjungan pemuda Ethiopia ke Indonesia.

    Baca: Pendidikan Go Global, Indonesia Diminta Memperluas Jaringan Internasional

    Berkaitan dengan kegiatan KBRI Addis Ababa tersebut, terutama untuk pemuda Ethiopia dan Indonesia, Dubes Al Busyra juga menerima penghargaan yang diserahkan State Minister Kebudayaan dan Pariwisata Ethiopia pada 13 Desember 2019. Dubes Al Busyra juga menerima penghargaan dari Safe Light, organisasi pemuda terkemuka di Ethiopia, pada 8 Februari 2020.

    “Ada dua kategori pelaku diplomasi publik, yaitu pemerintah dan non-pemerintah. Peran masyarakat non-pemerintah justru sangat penting. Di Indonesia, 70 persen sukses diplomasi publik karena peran non-pemerintah,” kata Dubes Al Busyra yang menjabat Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri sekitar lima tahun.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id