Iran Resmi Umumkan Kelanjutan Pengayaan Uranium

    Willy Haryono - 05 Januari 2021 09:38 WIB
    Iran Resmi Umumkan Kelanjutan Pengayaan Uranium
    Salah satu fasilitas nuklir di Iran. (AFP)
    Teheran: Iran secara resmi mengumumkan kelanjutan pengayaan uranium di sebuah fasilitas di Fordow pada Senin, 4 Januari. Agensi Energi Atom Internasional (IAEA), organisasi yang memonitor program nuklir Iran, mengonfirmasi bahwa Teheran telah melanjutkan pengayaan uranium hingga 20 persen.

    Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuliskan via Twitter bahwa kelanjutan pengayaan uranium ini telah disetujui parlemen. Ia juga mengklaim bahwa kelanjutan pengayaan ini tetap sejalan dengan perjanjian nuklir Iran 2015 -- Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

    "Langkah kami sesuai dengan Para 36 dari JCPOA, dilakukan setelah beberapa partisipan JCPOA tidak mematuhi isu perjanjian," ungkap Zarif, dilansir dari laman Arutz Sheva pada Selasa, 5 Januari 2021.

    "Tindakan kami ini bisa dibalikkan secara penuh jika semua partisipan juga mematuhi (JCPOA) secara penuh," lanjutnya.

    Uranium adalah zat kimia yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, namun juga bisa dipakai untuk senjata nuklir.

    Baca:  Presiden Iran: Kematian Fakhrizadeh Tak akan Hentikan Program Nuklir

    Pengumuman Iran dirilis tiga hari usai Duta Besar Rusia untuk IAEA mengatakan bahwa Teheran telah menginformasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai niatnya meningkatkan pengayaan uranium hingga 20 persen.

    Sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik diri dari JCPOA pada 2018, Iran secara bertahap mengurangi komitmennya terhadap perjanjian tersebut. Iran juga berulang kali siap mematuhi penuh JCPOA jika semua partisipan juga melakukan hal yang sama.

    Berbeda dengan Trump, presiden terpilih AS Joe Biden telah mengungkapkan rencananya untuk kembali bergabung ke JCPOA. Dalam wawancara dengan The New York Times belakangan ini, Biden mengaku siap kembali ke JCPOA jika Iran mematuhi perjanjian tersebut.

    Namun pemerintah Iran menegaskan tidak mau menegosiasikan ulang JCPOA. Menurut Iran, semua poin-poin dalam JCPOA 2015 sudah dibahas secara detail dan tak perlu diubah lagi.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id