Korona Mewabah, Warga Iran Diimbau Tidak Pergi ke Korsel

    Willy Haryono - 29 Februari 2020 19:05 WIB
    Korona Mewabah, Warga Iran Diimbau Tidak Pergi ke Korsel
    Petugas berpakaian pelindung melakukan pemeriksaan virus korona COVID-19 di Goyang, Korsel, 29 Februari 2020. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)
    Teheran: Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan imbauan kepada semua warganya untuk tidak pergi ke Korea Selatan, salah satu negara di luar Tiongkok yang terkena dampak parah virus korona COVID-19. Bagi warga Iran yang baru pulang dari Korsel, diminta untuk segera mengambil sejumlah langkah medis.

    Dilansir dari IRNA, Sabtu 29 Februari 2020, warga Iran yang saat ini berada atau tinggal di Korsel, diimbau untuk selalu mengikuti instruksi otoritas setempat dan menjauhi pusat-pusat infeksi, seperti di kota Daegu.

    Berdasarkan situs pemantau John Hopkins CSSE per hari ini, Sabtu 29 Februari 2020, jumlah kasus virus korona COVID-19 di Korsel mencapai 3.150 dengan 17 kematian. Jumlah kasus di Iran jauh lebih rendah (388), namun kematiannya berada di angka 34 -- tertinggi di luar Tiongkok.

    Varian baru virus korona ini pertama kali muncul di provinsi Hubei, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. COVID-19 kini bermunculan di puluhan negara di hampir semua benua.

    Selain Iran dan Korsel, negara lain di luar Tiongkok yang menjadi sorotan adalah Italia. Jumlah kasusnya kini telah mencapai 889, dengan kematian di angka 21 jiwa.

    Organisasi Kesehatan Global (WHO) telah meningkatkan status risiko korona COVID-19 ke level tertinggi pada Sabtu ini. WHO menyebut peningkatan status ini diperlukan agar negara-negara dunia dapat mempersiapkan diri secara serius dalam menghadapi ancaman korona.

    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan adanya potensi terjadi pandemik global virus korona COVID-19. Namun ia juga optimistis penyebaran virus ini dapat dikendalikan lewat upaya kolektif semua negara.

    Dr Mike Ryan dari WHO mengatakan bahwa data terkini tidak menunjukkan bahwa virus korona COVID-19 telah menjadi pandemik global. "Jika memang sudah menjadi pandemik, maka setiap manusia di muka Bumi ini akan terjangkit," tutur Ryan.
     
    "Data terkini tidak mendukung hal tersebut, dan Tiongkok telah memperlihatkan kepada kita semua bahwa pandemik tidak akan terjadi jika kita bertindak cepat," sambungnya.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id