Kesaksian Warga yang Selamat dari Ledakan Besar Beirut

    Fajar Nugraha - 05 Agustus 2020 19:46 WIB
    Kesaksian Warga yang Selamat dari Ledakan Besar Beirut
    Warga Lebanon melihat sisa-sisa ledakan di Pelabuhan Beirut. Foto: AFP
    Beirut: Warga Beirut di Lebanon tertegun melihat ledakan besar yang melanda pelabuhan pada Selasa 4 Agustus 2020. Mereka yang selamat tak percaya atas insiden ledakan itu.

    Membingungkan, menghancurkan, mendatangkan malapetaka: ini adalah beberapa kata yang digunakan orang di dan sekitar Beirut. Bagi mereka itu adalah kata yang menggambarkan ledakan besar yang sudah menewaskan 100 orang dan melukai 4.000 lainnya.

    Baca: Banyak Warga Beirut Terperangkap Pascaledakan di Lebanon.

    Para penyintas dan saksi pun bermunculan dan menceritakan situasi yang membingungkan mereka alami.

    "Aku tidak percaya aku masih hidup,” ujar seorang warga Beirut, Nada Hamza, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu 5 Agustus 2020.

    "Saya berada beberapa meter dari pusat listrik di Lebanon, yang sejajar dengan pelabuhan," imbuh Hamza.

    "Saya keluar dari mobil saya, saya lari ke pintu masuk salah satu bangunan, kemudian menyadari bahwa bangunan itu hancur. Kemudian, saya mencoba menelepon orangtua saya, tetapi tidak dapat menjangkau siapa pun," tambahnya.

    "Aku tidak percaya aku masih hidup,” sebutnya lagi.

    Hantaman masif


    Nasser Yassin, seorang profesor di American University of Beirut, berada di luar Beirut pada saat ledakan. Tetapi dia merasa tetapiseolah-olah ‘dekat’.

    "Kami terguncang," tambahnya.

    "Ini sangat masif, saya belum pernah melihat ini sebelumnya. Saya menjalani perang saudara di Lebanon, invasi Israel, tapi ini adalah ledakan terbesar yang terjadi di Lebanon menurut pengalaman dan pengetahuan saya. Kami belum tahu apa yang terjadi, tetapi ini akan menjadi besar di Beirut,” tegas Yassin.

    Baca: PM Lebanon Meminta Bantuan ke Semua Negara.

    Sementara Mohamed Khalifeh, mantan Menteri Kesehatan yang bergegas ke rumah sakit untuk membantu merawat yang terluka, mengatakan dia berada di rumahnya pada saat ledakan.

    "Saya berteriak kepada keluarga untuk berhati-hati, ada gempa dan segera, semuanya runtuh," kenangnya.

    "Aku nyaris lolos dari ini dan meninggalkan keluargaku serta langsung ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa warga. Kami berada dalam situasi yang sangat buruk secara ekonomi. Ada kekurangan pasokan medis, kekurangan segalanya, kami berhasil mengatasinya, tetapi kehancurannya tidak bisa dijelaskan,” sebut Khalifeh.

    Bencana


    Lain halnya dengan Khaled Hamade yang seorang mantan jenderal angkatan darat Lebanon. Dia berada sekitar satu kilometer dari tempat ledakan.

    Menurut Hamade situasi ini adalah bencana besar. Dia melihat ada banyak pecahan kaca yang di seluruh jalan.

    "Semuanya membuat saya mengingat kembali hari terakhir perang saudara di Beirut,” tutur Hamade.

    Baca: Perbedaan Kondisi Beirut Sebelum dan Sesudah Ledakan Dahsyat.

    Habib Battah, seorang jurnalis dan pendiri situs berita beirutreport.com, menggambarkan insiden itu sebagai ‘bencana alam’ karena menyebabkan kerusakan luas jauh di luar lokasi ledakan.

    "Saya punya teman yang tinggal 10-15 menit jauhnya yang menunjukkan seluruh rumah mereka hancur. Saya bertanya-tanya bagaimana orang akan tidur malam ini tanpa jendela," katanya.

    "Negara ini tidak siap menghadapi bencana. Kami selalu hidup dalam ketakutan akan bencana besar. Bencana alam, gempa bumi negara ini tidak memiliki kesiapan darurat dan tidak ada respons,” sebutnya.

    Battah menambahkan, polisi hampir tidak cukup kekuatan untuk mengendalikan jalan raya yang sangat berbahaya.

    Penyebab ledakan itu tidak segera jelas. Para pejabat menghubungkan ledakan itu dengan sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang disita yang disimpan di gudang di pelabuhan selama enam tahun.

    Perdana Menteri Hassan Diab pun menetapkan hari berkabung pada Rabu. Diab juga bersumpah akan mencari pihak bertanggungjawab atas ledakan ini.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id