Angkatan Laut AS Sita Minyak dan Ratusan Rudal Iran

    Medcom - 09 Desember 2021 16:09 WIB
    Angkatan Laut AS Sita Minyak dan Ratusan Rudal Iran
    Rudal Iran yang disita Amerika Serikat. Foto: CNN



    Washington: Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengatakan, Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyita ratusan rudal Iran dan 1,1 juta barel produk minyak Iran dari kapal-kapal di Laut Arab.

    “Langkah tersebut menjadi penyitaan terbesar pengiriman bahan bakar dan senjata dari Iran oleh Pemerintah AS,” menurut rilis DOJ yang diterbitkan pada Selasa, 7 Desember 2021.

     



    Dilansir dari CNN, Kamis, 9 Desember 2021, DOJ mengatakan, sejumlah senjata itu disita oleh AS selama “operasi keamanan maritim rutin” Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatur pengiriman senjata, yang ditujukan untuk milisi Houthi di Yaman.

    “Minyak tersebut diambil dari empat kapal tanker berbendera asing di atau sekitar Laut Arab saat dalam perjalanan ke Venezuela,” sebut pihak DOJ.

    Komando Pusat Angkatan Laut AS diketahui menyita senjata dari dua “kapal tanpa bendera” di Laut Arab pada dua kesempatan: 25 November 2019, dan 9 Februari 2020.

    “Tindakan perampasan yang berhasil ini adalah produk dari upaya terkoordinasi pemerintah AS untuk menegakkan sanksi AS terhadap IRGC dan rezim Iran,” kata rilis dari departemen yang didirikan oleh mantan Presiden AS, Ulysses S. Grant tersebut.

    Asisten Jaksa Agung AS, Matthew G. Olsen dari Divisi Keamanan Nasional DOJ menambahkan, “tindakan AS dalam dua kasus ini merupakan pukulan telak bagi Pemerintah Iran dan jaringan kriminal yang mendukung IRGC.”

    “Sejumlah senjata tersebut termasuk 171 peluru kendali anti-tank, delapan rudal permukaan-ke-udara, komponen rudal jelajah serangan darat, komponen rudal jelajah anti-kapal, optik senjata termal dan komponen lain untuk rudal dan kendaraan udara tak berawak atau drone,” tutur Olsen.

    AS disebut memperoleh tiga jenis rudal permukaan-ke-udara “358” dan 150 peluru kendali anti-tank “Dehlavieh” dalam penyitaan senjata 2020.

    DOJ pun menyita senjata melalui Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia. Pengadilan menguatkan temuan departemen. “DOJ menyetujui senjata itu adalah bagian dari jaringan perdagangan IRGC yang dirancang untuk mendistribusikan senjata terlarang ke gerakan Houthi di Yaman,” jelas rilis itu.

    Produk minyak bumi disita karena pemerintah AS percaya, produk tersebut berasal dari Iran dan penjualannya akan menguntungkan IRGC. Menurut dugaan pemerintah dalam pengaduan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia pada 2 Juli 2020, hal tersebut sebuah entitas Iran yang disetujui oleh AS.

    Pengadilan, pada 1 Oktober 2021 diketahui setuju dengan pemerintah dan menemukan, “minyak bumi dan potensi penjualannya akan menguntungkan IRGC,” terang rilis tersebut. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id