comscore

Uni Afrika Kembali Bekukan Keanggotaan Sudan

Medcom - 27 Oktober 2021 21:44 WIB
Uni Afrika Kembali Bekukan Keanggotaan Sudan
Demonstran kudeta Sudan menggunakan batu bata dalam memblokade ruas jalan di Khartoum, 27 Oktober 2021
Khartoum: Uni Afrika menangguhkan partisipasi Sudan dalam semua kegiatan di blok tersebut terkait berlangsungnya kudeta militer pada Senin kemarin. Penangguhan berlangsung hingga Sudan memulihkan kondisi politik dan mengembalikan kekuasaan ke tangan pemerintah sipil.

Sebelumnya, Uni Eropa dan organisasi global lain telah mengecam keras kudeta Sudan yang menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Abdulla Hamdok.
"Kami mengutuk perebutan kekuasaan di Sudan. Langkah tersebut inkonstitusional," ucap Uni Afrika, dilansir dari Deutsche Welle, Rabu, 27 Oktober 2021.

"Sudan ditangguhkan dari semua kegiatan hingga terwujudnya restorasi otoritas transisi di bawah kepemimpinan sipil," sambungnya.

Pemimpin kudeta Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, telah memerintahkan pembubaran pemerintah dan menyatakan kondisi darurat pada Senin kemarin. Sejak saat itu, ribuan warga Sudan melakukan protes, meneriakkan kecaman terhadap pemerintahan militer.

Pada 2019, Uni Afrika pernah menangguhkan Sudan pada setelah pengunjuk rasa pro-demokrasi ditembak mati di luar markas militer di ibu kota Khartoum. Keanggotaan Sudan dipulihkan tiga bulan kemudian, setelah Hamdok mengumumkan penunjukan kabinet pertama Sudan sejak penggulingan diktator Omar al-Bashir.

Sebelumnya, jajaran delegasi Uni Eropa untuk Sudan telah membuat pernyataan bersama mengenai kudeta Sudan. Mereka mengecam jalannya kudeta, namun mengapresiasi langkah Burhan yang mengizinkan Hamdok kembali ke rumahnya.

Baca:  PM Sudan Abdalla Hamdok Akhirnya Dibebaskan Militer

Hamdok ditahan pada Senin kemarin bersama para menterinya dan anggota sipil dewan penguasa Sudan. Dalam sebuah konferensi pers, Burhan sempat mengatakan bahwa Hamdok, "sedang berada di rumah saya."

Kantor perdana menteri Sudan mengonfirmasi bahwa Hamdok dan istrinya sudah pulang ke rumah. Namun keduanya tetap berada di bawah penjagaan ketat militer Sudan.

Berbeda dengan Hamdok, sejumlah menteri dan pemimpin Sudan lainnya masih berada di bawah tahanan militer.

Pemulangan Hamdok tidak terlalu berdampak pada jalannya demonstrasi warga Sudan yang mengecam keras jalannya kudeta. Demonstrasi terus berjalan meski aparat keamanan telah menangkap sejumlah orang dan membongkar berbagai barikade di seantero ibu kota Khartoum. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id