Pengadilan Tinggi Israel Izinkan Netanyahu Bentuk Pemerintahan

    Arpan Rahman - 07 Mei 2020 13:08 WIB
    Pengadilan Tinggi Israel Izinkan Netanyahu Bentuk Pemerintahan
    Benjamin Netanyahu lolos dari dakwaan dan diizinkan bentuk pemerintahan dengan Benny Gantz. Foto: AFP
    Tel Aviv: Dakwaan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dimentahkan pengadilan tinggi Israel. Menurut pengadilan, tuduhan korupsi tidak mendiskualifikasi Netanyahu dari membentuk pemerintahan. Putusan itu membuka jalan bagi tokoh pemimpin veteran untuk tetap berkuasa.

    Dalam putusannya terhadap para pembuat petisi oposisi pada Rabu, Mahkamah Agung Israel juga menemukan bahwa pemerintah persatuan Netanyahu berurusan dengan saingannya dalam pemilu Benny Gantz tidak melanggar hukum. Seraya menepis argumen bahwa mereka secara tidak sah melindunginya dalam persidangan korupsi.

    Sekelompok organisasi advokasi nirlaba telah menantang keabsahan kesepakatan tersebut.

    "Kami tidak menemukan alasan hukum untuk mencegah Netanyahu membentuk pemerintah," kata pengadilan, dikutip dari Al Jazeera, Kamis 7 Mei 2020.

    Dalam sidang pekan ini, Mahkamah Agung mendengarkan argumen dari delapan pemohon yang berusaha untuk memblokir kesepakatan, termasuk mantan sekutu Gantz, Yair Lapid, ketua partai Yesh Atid.

    Netanyahu dan Gantz menyatakan bahwa mereka berharap untuk dilantik di pemerintahan baru pada 13 Mei.

    Aliansi yang dibentuk bulan lalu antara petahana sayap kanan dan penantang sentrisnya menyusul tiga pemilu yang tidak meyakinkan dalam waktu kurang dari setahun.

    Di bawah kesepakatan tiga tahun, Netanyahu akan menjabat sebagai perdana menteri selama 18 bulan, kelak Gantz menjadi penggantinya, posisi baru dalam pemerintahan Israel.

    Mereka akan bertukar peran di tengah-tengah kesepakatan, dengan posisi kabinet dibagi antara Partai Likud Netanyahu dan aliansi Blue and White Gantz, serta sekutu mereka masing-masing.

    Legislator mulai memberikan suara pada berbagai RUU pada Rabu untuk memberlakukan kesepakatan koalisi, dengan suara individu dijadwalkan pada masing-masing sekitar 1.000 amandemen yang diusulkan oleh pihak lawan kesepakatan. Hasil yang pasti tidak diprediksi sampai Kamis.

    Koalisi tampaknya memiliki 61 suara yang dibutuhkan di parlemen yang memiliki 120 kursi untuk persetujuan.

    Kesepakatan itu dapat menawarkan stabilitas politik langka di Israel ketika berupaya memperbaiki kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh virus korona baru, yang telah menginfeksi lebih dari 16.000 orang di negara tersebut.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id