comscore

PM Sudan Abdalla Hamdok Kembali Berkuasa, Aksi Protes Tetap Berlanjut

Willy Haryono - 22 November 2021 07:42 WIB
PM Sudan Abdalla Hamdok Kembali Berkuasa, Aksi Protes Tetap Berlanjut
PM Sudan Abdalla Hamdok. (AFP /Ashraf Shazly)
Khartoum: Militer Sudan telah memulihkan kekuasaan Perdana Menteri Abdalla Hamdok pada Minggu, 21 November 2021, dan juga berjanji membebaskan semua tahanan politik. Kendati begitu, ribuan warga Sudan masih tetap berunjuk rasa di jalan, mendesak agar pemerintah menolak segala bentuk perjanjian yang melibatkan militer.

Di bawah perjanjian dengan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, PM Hamdok akan memimpin sebuah pemerintahan sipil yang terdiri dari jajaran teknokrat dalam periode transisi.
Perjanjian antara Burhan dan PM Hamdok ditentang kubu oposisi dari kelompok pro-demokrasi, yang mendesak agar pemerintahan transisi ini sepenuhnya terdiri dari elemen sipil.

Sempat menjadi pahlawan dalam gerakan menentang kudeta Sudan, PM Hamdok kini dikecam sejumlah demonstran. "Hamdok telah menjual revolusi ini," teriak para pengunjuk rasa, dilansir dari NTD.

Asosiasi Profesional Sudan (SPA), grup pemimpin unjuk rasa, menyebut perjanjian antara Burhan dan PM Hamdok sebagai sesuatu yang "berbahaya."

Ribuan hingga puluhan ribu warga Sudan berunjuk rasa di ibu kota Khartoum dan juga di Omdurman dan Bahri. Pasukan keamanan melepaskan tembakan senjata api dan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Menurut keterangan Komite Sentral Dokter Sudan, seorang pengunjuk rasa berusia 16 tahun tewas terkena tembakan polisi di Omdurman.

"Hamdok telah mengecewakan kita. Satu-satunya opsi adalah turun ke jalan," seru Omar Ibrahim, pengunjuk rasa di Khartoum.

Amerika Serikat, Inggris, Norwegia, Uni Eropa, Kanada, dan Swiss menyambut baik pemulihan kekuasaan PM Hamdok. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengapresiasi langkah tersebut.

Mencoba meredakan ketegangan, PM Hamdok mengaku menyepakati perjanjian demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.

"Darah masyarakat Sudan itu berharga. Mari hentikan pertumpahan darah dan alihkan energi ini untuk pembangunan," tutur Hamdok dalam acara seremoni penandatangan yang disiarkan di televisi nasional.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id