Menara Kantor Media Internasional di Gaza Hancur Diserang Israel

    Willy Haryono - 16 Mei 2021 07:18 WIB
    Menara Kantor Media Internasional di Gaza Hancur Diserang Israel
    Serangan udara Israel menghancurkan menara al-Jalaa yang menampung sejumlah kantor media internasional di Gaza pada Sabtu, 15 Mei 2021. (Mahmud Hams / AFP)



    Gaza: Sebuah menara yang merupakan kantor sejumlah media internasional di Jalur Gaza, termasuk Al-Jazeera, hancur terkena serangan udara Israel pada Sabtu, 15 Mei. Menara bernama al-Jalaa itu juga menampung beberapa tempat tinggal warga dan kantor lainnya.

    Sebuah video Al-Jazeera memperlihatkan menara 11 lantai itu hancur dan rata dengan tanah usai terkena serangan udara.

     



    "Menyerukan kepada semua media dan institusi hak asasi manusia untuk menggabungkan kekuatan dalam mengecam pengeboman dan meminta pertanggungjawaban dari Israel," ujar pernyataan resmi dari Al-Jazeera di situs beritanya pada Minggu, 16 Mei 2021.

    Menurut Al-Jazeera, serangan terhadap menara ini merupakan upaya membungkam jurnalis dalam melakukan pekerjaan mereka, yakni menyampaikan informasi dan peristiwa secara langsung dari lapangan.

    "Al-Jazeera berjanji akan mengejar segala rute yang tersedia untuk meminta pertanggungjawaban Israel," ungkapnya.

    Kantor Associated Press (AP) juga termasuk dari deretan perkantoran media di menara al-Jalaa. AP mengaku "terkejut dan terguncang" atas serangan udara Israel yang menghancurkan sebuah gedung yang bukan merupakan instalasi militer.

    "Ini adalah perkembangan situasi yang sangat mengganggu. Kami baru saja menghindari jatuhnya korban jiwa," kata Presiden dan CEO AP, Gary Pruitt.

    "Dunia akan kesulitan mengetahui apa yang terjadi di Gaza karena serangan ini," sambungnya.

    Baca:  Detik-detik Israel Bom Gedung Kantor Berita AP dan Al Jazeera di Gaza

    Militer Israel mengatakan bahwa pesawat jet tempurnya telah menyerang sebuah bangunan tinggi di Gaza yang menampung beberapa aset militer milik Hamas.

    "Bangunan tersebut juga menampung beberapa kantor media sipil yang digunakan Hamas untuk bersembunyi. Hamas juga memanfaatkannya sebagai perisai manusia," sambungnya. Israel tidak menyuguhkan bukti bahwa menara al-Jalaa menampung aset-aset militer atau menjadi tempat persembunyian Hamas.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id