11 Tahun Pendudukan Israel di Gaza Telan Biaya Rp235,5 Triliun

    Fajar Nugraha - 27 November 2020 07:57 WIB
    11 Tahun Pendudukan Israel di Gaza Telan Biaya Rp235,5 Triliun
    Warga Palestina di Gaza menderita karena Israel. Foto: AFP
    Gaza: Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan Gaza memiliki salah satu tingkat pengangguran tertinggi di dunia dan pembatasan harus dicabut. Alhasil kondisi tersebut membuat beban biaya membengkak selama 11 tahun.

    Menurut laporan PBB, biaya ekonomi kumulatif dari 2007-2018 pendudukan Israel di kota Gaza, Palestina, diperkirakan mencapai USD16,7 miliar atau sekitar Rp235,5 triliun. Kota itu memiliki salah satu tingkat pengangguran tertinggi di dunia dengan lebih dari setengah populasinya hidup di bawah garis kemiskinan.

    Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) merilis laporan berjudul "Biaya ekonomi pendudukan Israel untuk rakyat Palestina: Jalur Gaza di bawah penutupan dan pembatasan”. Fokus laporan ini pada biaya hanya dari penutupan dan operasi militer yang berkepanjangan di Gaza.

    “Diperkirakan biayanya menjadi enam kali PDB Gaza pada 2018 atau 107 persen dari total PDB Palestina,” menurut laporan UNCTAD, dikutip dari kantor berita Yeni Safak, Jumat 27 November 2020.

    “Laporan tersebut memproyeksikan bahwa tingkat kemiskinan Gaza pada 2017 bisa mencapai 15 persen tanpa penutupan dan operasi militer. Ini lebih dari seperempat dari angka 56 persen  saat ini,” papar Yeni Safak.

    Adapun kesenjangan kemiskinan bisa menjadi 4,2 persen, seperlima dari 20 persen saat ini.

    Sejak kelompok Hamas menguasai Gaza pada Juni 2007, 2 juta warga Palestina berada di bawah penutupan Israel yang berkepanjangan. Penutupan itu dibarengi pembatasan ekonomi dan pergerakan yang parah yang berarti blokade di area 365 kilometer persegi.

    Selain itu, Jalur Gaza telah menjadi sasaran tiga putaran besar permusuhan militer sejak 2008.

    "Hasilnya adalah ekonomi regional Gaza yang hampir runtuh, sementara perdagangan sangat dibatasi dari sisa ekonomi Palestina dan dunia," kata laporan UNCTAD.

    Antara 2007 dan 2017, tingkat kemiskinan Gaza meningkat dari 40 persen menjadi 56 persen, kesenjangan kemiskinan meningkat dari 14 persen menjadi 20 persen. Sedangkan biaya minimum tahunan untuk memberantas kemiskinan meningkat empat kali lipat dari USD209 juta menjadi USD838 juta.

    “Isu Gaza adalah seluruh ekonomi bersifat informal," ucap Richard Kozul-Wright, yang mengepalai divisi globalisasi dan strategi pembangunan UNCTAD.

    Dia mengatakan ini diperburuk oleh sifat blokade di Gaza oleh Israel dan "intervensi militer berkala."

    "Informalitas adalah cara hidup. Ini bukan hanya cara perekonomian bekerja. Dan itu membuat sangat sulit bagi pemerintah mana pun untuk dapat campur tangan dan mengubah arah dengan cara tertentu," tegas Kozul-Wright.

    Laporan tersebut menekankan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri penutupan Gaza sehingga rakyatnya dapat bebas berdagang dengan seluruh wilayah Palestina yang diduduki dan dunia.

    Jika bagian Gaza dari ekonomi wilayah Palestina yang diduduki tetap sama seperti tahun 2006, PDB Gaza akan menjadi 50 persen lebih tinggi dari ukuran sebenarnya.

    Mahmoud Elkhafif, Koordinator Bantuan UNCTAD untuk Palestina mengatakan, laporan itu memberikan rekomendasi untuk mengembalikan Gaza ke jalur pembangunan berkelanjutan.

    "Ini termasuk pencabutan sepenuhnya pembatasan akses dan pergerakan dengan Tepi Barat dan seluruh dunia. Laporan juga merekomendasikan untuk membuka seluruh potensi ekonomi Gaza dengan berinvestasi dan membangun pelabuhan dan bandara, proyek air dan listrik," kata Elkhafif.

    Laporan UNCTAD juga mendesak agar Pemerintah Palestina juga harus dimungkinkan untuk mengembangkan sumber daya minyak dan gas alam di lepas pantai Gaza.


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id