Dari Penjara, Tokoh Fatah Tantang Mahmoud Abbas Pada Pemilu Palestina

    Fajar Nugraha - 01 April 2021 16:05 WIB
    Dari Penjara, Tokoh Fatah Tantang Mahmoud Abbas Pada Pemilu Palestina
    Marwan Barghouti tokoh yang dihormati di Fatah. Foto: The New York Times



    Yerusalem: Seorang tokoh Palestina yang populer memutuskan hubungan dengan partai politik yang mengontrol Otoritas Palestina (PA), pada Rabu 31 Maret mengumumkan untuk maju menantang Presiden Mahmoud Abbas. Uniknya, Mawan Barghouthi menantang kekuasaan Abbas dari dalam penjara Israel.

    Marwan Barghouti, sudah lama menjadi tokoh yang dihormati di Fatah, partai sekuler yang menguasai Otoritas Palestina. Fatah didirikan bersama oleh Yaser Arafat, mantan pemimpin Palestina.






    Meskipun menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel karena lima tuduhan pembunuhan, Barghouti sangat dihormati di antara banyak kader partai dan dianggap sebagai calon Presiden Palestina di masa depan.

    Pada Rabu malam, tokoh berusia 61 tahun itu membentuk daftar pemilihan terpisah yang akan bersaing dengan Fatah, dalam pemilihan Mei. Ini memberikan tantangan langsung kepada pemimpin Fatah yang berusia 85 tahun, Mahmoud Abbas, Presiden dari Otoritas Palestina.

    Faksi Barghouti bergabung dengan protagonis lama politik Palestina lainnya, Nasser al-Kidwa, keponakan Arafat dan mantan utusan Palestina untuk PBB. Al-Kidwa sudah memisahkan diri dari Fatah tahun ini.

    Para pengamat yakin aliansi mereka dapat memecah suara Fatah, mungkin bertindak sebagai perusak yang dapat menguntungkan Hamas yang menguasai Gaza.

    "Ini adalah perkembangan yang dramatis dan besar," kata Ghaith al-Omari, mantan penasihat Abbas dan analis senior di Washington Institute for Near East Policy, sebuah kelompok penelitian di Washington.

    “Ini adalah tantangan besar yang dapat diangkat ke strategi pemilihan Abbas dan secara lebih umum pada kendalinya atas Fatah,” ujar Al-Omari, seperti dikutip The New York Times, Kamis 1 April 2021.

    Abbas, yang telah memimpin Otoritas Palestina selama 16 tahun, menyerukan pemilihan baru pada Januari dengan harapan menegaskan kembali legitimasi demokrasinya dan membangun kembali pemerintahan Palestina yang bersatu. Otoritas mengelola sebagian Tepi Barat yang diduduki, sementara Hamas menjalankan Jalur Gaza.

    Otoritas Palestina belum mengadakan pemilihan sejak 2006 untuk parlemennya, Dewan Legislatif Palestina. Abbas telah berulang kali menunda pemilu, setidaknya sebagian karena dia takut kalah dari Hamas, yang merebut kendali Jalur Gaza dari Otoritas Palestina yang dikelola Fatah pada 2007.



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id