Hamas Kecam Rencana Kelanjutan Koordinasi Palestina-Israel

    Willy Haryono - 18 November 2020 10:56 WIB
    Hamas Kecam Rencana Kelanjutan Koordinasi Palestina-Israel
    Hamas merupakan kelompok penguasa di Jalur Gaza. (AFP)
    Gaza: Kelompok Hamas dan organisasi Islamic Jihad mengecam pengumuman dari Otoritas Palestina (PA) yang berencana melanjutkan koordinasi dengan Israel di bidang keamanan dan urusan masyarakat sipil. Menurut Islamic Jihad, pengumuman PA merupakan sebuah "pelanggaran terhadap keputusan yang telah diambil dalam pertemuan sejumlah organisasi Palestina."

    Menurut kelompok tersebut, rencana PA dapat menjadi "penghambat fundamental dalam upaya rekonsiliasi internal Palestina."

    Baca:  Terhenti 6 Bulan, Palestina akan Kembali Berkoordinasi dengan Israel

    Dilansir dari laman Arutz Sheva pada Rabu, 18 November 2020, Hamas menilai rencana kelanjutan koordinasi hanya sebuah alasan dari PA untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Hamas, kelompok penguasa di Jalur Gaza, mendesak PA untuk segera membatalkan rencana tersebut.

    "Kami meminta PA untuk tidak mengandalkan Biden dan tokoh lainnya," lanjut Hamas, merujuk pada presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden.

    Pengumuman rencana melanjutkan kembali koordinasi dengan Israel disampaikan pejabat senior PA, Hussein al-Sheikh. Pengumuman itu disambung dengan pernyataan verbal dan tertulis dari Israel.

    Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan bahwa keputusan melanjutkan koordinasi diambil usai PA menerima sebuah surat dari Tel Aviv. Isi surat meliputi komitmen menegakkan semua perjanjian antar negosiator kedua kubu.
     
    Shtayyeh menambahkan, sebuah negara Eropa telah memediasi antara Palestina dan Israel untuk mengembalikan hubungan kedua pihak ke meja negosiasi dan koordinasi. Perwakilan Israel mengatakan, negara yang dimaksud adalah Norwegia.

    Keputusan Palestina dapat dipandang sebagai pertanda itikad baik menyusul berakhirnya pemilu AS. Presiden Palestina Mahmoud Abbas diketahui telah mengucapkan selamat kepada Biden.

    Koordinasi antara Palestina dan Israel sempat terputus pada Juli lalu usai PM Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan rencana memperluas kedaulatan ke beberapa bagian Tepi Barat.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id