Rakyat Palestina dalam Hadapi Keputusasaan Mendalam

    Fajar Nugraha - 13 Oktober 2020 18:07 WIB
    Rakyat Palestina dalam Hadapi Keputusasaan Mendalam
    Anak-anak di Gaza menggunakan masker mencegah wabah virus korona. Foto: AFP

    Lebih dari 1,4 juta warga Gaza adalah pengungsi dan keturunan dari mereka yang melarikan diri ke daerah kantong pantai kecil dari bagian lain Palestina selama Nakba, atau ‘bencana’, kampanye pembersihan etnis yang terjadi selama pendirian berdarah negara modern Israel pada 1948-49.

    Sedangkan lebih dari 700.000 orang Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka dan tidak pernah diizinkan untuk kembali. Sekitar 300.000 pengungsi tambahan diciptakan oleh penaklukan Israel dan pendudukan ilegal di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan Suriah pada 1967.

    Saat ini, ada lebih dari 7 juta pengungsi Palestina yang tinggal di seluruh dunia.


    Tuduhan Israel

    Perwakilan Israel di PBB mengatakan bahwa UNRWA melanggengkan konflik Israel-Palestina dengan menggelembungkan jumlah pengungsi Palestina dan memicu kekerasan, kebencian, dan antiSemitisme melalui pendidikan.

    “Perdamaian antara kedua sisi itu mungkin, tetapi harus ada rekonsiliasi dan pengakuan keberadaan timbal balik,” tegas pihak Israel.

    Dia menggambarkan penolakan hak Israel untuk hidup sebagai hambatan untuk solusi. “Hamas menggunakan fasilitas sekolah UNRWA untuk meluncurkan roket, terowongan bawah tanah ditemukan di lingkungan sekolah, dan buku teks sejarah mengajarkan kebencian dan antiSemitisme,” tambahnya.

    “Bagaimana Komisaris Jenderal memastikan bahwa infrastruktur sekolah tidak digunakan untuk tujuan tersebut. Bagaimana lembaga ini bisa mengawasi konten pendidikannya,” tanya perwakilan Israel.

    Pendapat Israel ini dibantah keras oleh seorang pengamat Palestina yang mengatakan UNRWA memberikan kontribusi nyata untuk mengakhiri konflik. Dia menolak klaim Israel bahwa Badan tersebut melanggengkan konflik.

    “Kami sangat menghargai kepada staf UNRWA karena terus memberikan layanan penting kepada 5,6 juta pengungsi yang terdaftar. Meskipun ada pembatasan karena covid-19, Badan tersebut telah menyesuaikan tanggapannya dan melanjutkan operasinya. Suatu prestasi yang terpuji,” tegasnya.

    (FJR)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id