Rakyat Palestina dalam Hadapi Keputusasaan Mendalam

    Fajar Nugraha - 13 Oktober 2020 18:07 WIB
    Rakyat Palestina dalam Hadapi Keputusasaan Mendalam
    Anak-anak di Gaza menggunakan masker mencegah wabah virus korona. Foto: AFP


    Lazzarini menambahkan, perasaan ditinggalkan dan putus asa yang dalam telah meresap dalam banyak diskusi baru-baru ini yang saya lakukan dengan pengungsi muda Palestina. Dia mendengar tentang perburuan baru menuju perahu migrasi melintasi Mediterania yang secara teratur berakhir secara tragis. Tim dari UNRWA juga melaporkan peningkatan prevalensi pekerja anak, pernikahan anak, dan keluarga yang mengatakan bahwa mereka bertahan hidup dengan sekali makan atau bahkan tidak makan setiap hari.

    "Keputusasaan dan kehilangan harapan membuat minuman keras berbahaya di wilayah yang sangat bergejolak. Terutama bagi kaum muda, yang merasa semakin kehilangan hak dan terjebak," tambah Lazzarini.

    "Keputusasaan adalah ancaman bagi perdamaian dan stabilitas,” sebutnya.

    Krisis keuangan UNRWA juga disoroti oleh pimpinan lembaga itu. UNRWA dilaporkan menderita kekurangan anggaran USD130 juta, sebagian besar disebabkan oleh penangguhan pendanaan administrasi Trump, yang turun dari USD360 juta pada 2017 menjadi USD60 juta pada 2018 menjadi tidak ada apa-apa sejak saat itu. Arab Saudi minggu lalu menyumbangkan USD25 juta dalam upaya untuk membantu menjembatani kesenjangan yang disebabkan oleh hilangnya dana dari AS, yang telah menjadi penyumbang terbesar UNRWA.

    "Prioritas saya sekarang adalah mengumpulkan dana yang diperlukan untuk mempertahankan semua layanan penting kami. Kegagalan untuk mengumpulkan dana yang diperlukan akan berdampak pada gaji 28.000 staf dan pemberian layanan penting, termasuk sekolah lebih dari setengah juta anak perempuan dan laki-laki,” tutur Lazzarini.

    Menurut PBB dua juta penduduk Gaza -,lebih dari setengahnya hidup dalam kemiskinan,- menjadi sasaran blokade brutal sejak 2007 atas tindakan perlawanan Palestina, termasuk serangan roket Hamas terhadap Israel. Meskipun Israel mengakhiri pendudukan ilegal selama 38 tahun dan kolonisasi pemukim di Gaza pada 2005, Israel mempertahankan cengkeraman fisik dan ekonomi di wilayah tersebut, dan telah melancarkan tiga perang besar di sana sejak 2008. Israel membunuh dan melukai ribuan warga sipil sambil menghancurkan sebagian besar wilayah.

    Pembatasan yang dialami oleh rakyat Gaza begitu parah sehingga aktivis hak asasi manusia sering menyebutnya sebagai "penjara terbuka terbesar di dunia".
     

    Halaman Selanjutnya
    Lebih dari 1,4 juta warga…


    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id