Akun Presiden Ditangguhkan, Nigeria Blokir Twitter

    Marcheilla Ariesta - 05 Juni 2021 21:20 WIB
    Akun Presiden Ditangguhkan, Nigeria Blokir Twitter
    Twitter diblokir di Nigeria. Foto: AFP.



    Abuja: Twitter menangguhkan akun Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari. Sebagai balasannya, Abuja memblokir Twitter hingga waktu tak terbatas.

    "Penangguhan ini karena penggunaan terus-menerus platform untuk aktivitas yang bisa merusak keberadaan perusahaan Nigeria," kata Menteri Informasi Nigeria, Lai Mohammed, dilansir dari New York Post, Sabtu, 5 Juni 2021.

     



    Pemerintah Nigeria belum menjelaskan lebih lanjut mengenai blokir Twitter ini. Namun, di Iagos dan Abuja, situs Twitter dilaporkan tidak bisa diakses menggunakan layanan sejumlah operator seluler.

    Sementara itu, Twitter, ketika dikonfirmasi mengenai masalah ini, menyatakan sedang menyelidiki.

    Pada Rabu lalu, Twitter menghapus cuitan Presiden Buhari. Mereka menganggap cuitan tersebut melanggar kebijakan mengenai konten kekerasan.

    Baca juga: Nigeria Enggan Bayar Uang Tebusan untuk Bebaskan 200 Siswa yang Diculik

    Buhari mengucapkan ancaman menghukum kelompok yang dituduh menyerang bangunan pemerintah. Setelah cuitan tersebut diturunkan Twitter, sesuai dengan kebijakan platform tersebut, akun Presiden Buhari ditangguhkan selama 12 jam.

    Pada April lalu, Lai marah karena Ghana, negara tetangga mereka, terpilih untuk kantor pertama Twitter di Afrika. Ia berpendapat Twitter terpengaruh pemberitaan yang keliru tentang Nigeria, salah satunya soal laporan tindakan keras terhadap aksi protes tahun lalu.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id