Presiden Tunisia Pecat Perdana Menteri dan Bekukan Parlemen

    Willy Haryono - 26 Juli 2021 09:51 WIB
    Presiden Tunisia Pecat Perdana Menteri dan Bekukan Parlemen
    Presiden Tunisia Kais Saied mengumumkan pemecatan PM Hichem Mechichi dan pembekuan parlemen, Minggu, 25 Juli 2021. (FETHI BELAID / AFP)



    Tunis: Presiden Tunisia Kais Saied memecat perdana menteri Hichem Mechichi dan membekukan parlemen pada Minggu, 25 Juli 2021. Ia menegaskan akan melanjutkan kontrol eksekutif bersama seorang PM baru.

    Langkah Saied dilakukan usai terjadinya aksi protes pekan kemarin, yang dilakukan sekelompok warga untuk memprotes situasi ekonomi serta kinerja pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

     



    Saied segera menunjuk PM baru dan akan mencabut hak imunitas semua anggota parlemen demi menstabilkan situasi di Tunisia.

    "Kami mengambil langkah-langkah ini hinggaagar perdamaian sosial kembali ke Tunisia, hingga kami bisa menyelamatkan negeri ini," ujar Saied dalam sebuah pidato nasional, dilansir dari laman The Hill.

    Meski banyak demonstran menyambut baik keputusan Saied, sang presiden menegaskan bahwa polisi akan merespons keras jika pengunjuk rasa melakukan aksi kekerasan.

    "Saya mengingatkan kepada semua orang yang berpikiran untuk menggunakan senjata. Siapapun yang menembakkan senjata, maka pasukan keamanan akan meresponsnnya dengan peluru," tegas Saied.

    Sementara itu ketua Ennahda, partai terbesar di parlemen Tunisia, mengatakan bahwa langkah terbaru Saied dapat disebut sebagai "kudeta terhadap revolusi dan konstitusi."

    "Para pendukung Ennahda dan masyarakat Tunisia akan mempertahankan revolusi," tutur Rached Ghannouchi, yang juga menjabat posisi ketua parlemen.

    Unjuk rasa masif di Tunisia pekan kemarin dipicu kekesalan warga atas maraknya praktik korupsi, tingginya angka pengangguran, dan penanganan pandemi Covid-19 yang dinilai tidak optimal.

    Baca:  Menkes Tunisia Dipecat atas Kinerja Penanganan Covid-19

    Kasus harian Covid-19 di Tunisia melonjak sepanjang musim panas tahun ini, berdampak buruk terhadap perekonomian negara yang sudah terpukul sebelum datangnya pandemi.

    Menurut data situs pemantau Johns Hopkins University, sejauh ini baru tujuh persen warga Tunisia yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 secara penuh. Angka tersebut masih jauh dari kata cukup untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id