Dianggap Acak-acak Timur Tengah, Liga Arab Kecam Turki dan Iran

    Fajar Nugraha - 11 September 2020 09:11 WIB
    Dianggap Acak-acak  Timur Tengah, Liga Arab Kecam Turki dan Iran
    Liga Arab kecam ulah Turki dan Iran intervensi urusan dalam negeri Negara Arab. Foto: AFP
    Kairo: Para menteri luar negeri dari negara-negara Liga Arab melakukan pertemuan pada Rabu. Mereka membahas campur tangan Turki dan Iran di kawasan itu dan perjuangan Palestina.

    Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan, pada pertemuan itu bahwa Kairo "tidak akan berdiri diam menghadapi keserakahan Turki yang terutama ditunjukkan di Irak utara, Libya dan Suriah".

    “Mesir mendukung Irak melawan agresi Turki yang terus menerus ke perbatasannya. Kami juga mendukung langkah-langkah yang diambil Baghdad terhadap contoh gangguan yang keras ini,” tegas Shoukry, seperti dikutip The National, Jumat 11 September 2020.

    Turki melancarkan operasi militer lintas batas besar-besaran ke Irak utara pada Mei. Operasi itu menurut Turki dilakukan untuk memerangi militan Kurdi. Beberapa warga sipil dan pasukan penjaga perbatasan Irak telah tewas.

    Agustus lalu, pejabat Irak membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar sebagai protes terhadap pesawat tak berawak Turki yang menewaskan dua perwira Irak.

    “Iran dan Turki berusaha mencampuri urusan Arab dan mencari peluang dengan mengorbankan negara-negara Arab,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Hossam Zaki.

    Pertemuan Kairo pada Rabu dipimpin oleh Palestina, karena mengambil alih kursi kepresidenan Liga Arab dari Oman, dan diadakan secara online karena pandemi virus korona.

    Setelah pertemuan tersebut, Zaki mengatakan bahwa delegasi Palestina mempresentasikan rancangan resolusi yang tidak mendapat persetujuan dari anggota lainnya.

    Draf tersebut menegaskan hak-hak Palestina dan secara khusus merujuk pada perjanjian damai 13 Agustus antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel, tetapi tidak mendukungnya.

    Rancangan resolusi yang diamandemen berfokus pada hak-hak Palestina dan perlunya solusi dua negara, tanpa mengacu pada perjanjian perdamaian, juga tidak lolos karena tidak ada konsensus yang dicapai.

    AS menengahi kesepakatan yang disebut ‘Abraham Accord’ antara UEA dan Israel itu untuk menormalisasi hubungan sebagai imbalan penghentian pencaplokan Israel atas wilayah Palestina. Kesepakatan ini ditentang keras oleh Palestina.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id