comscore

Manny Pacquiao Tantang Dinasti Duterte di Pilpres Filipina

Wahyu Dwi Anggoro - 04 Oktober 2021 06:17 WIB
Manny Pacquiao Tantang Dinasti Duterte di Pilpres Filipina
Manny Pacquiao bertarung di arena politik Filipina untuk raih kursi presiden. Foto: AFP
Jakarta: Pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di Filipina semakin memanas. Komisi Pemilihan Umum Filipina (Comelec) mulai menerima pendaftaran dari bakal calon presiden awal bulan ini. Salah satunya ialah senator yang juga mantan juara tinju dunia, Emmanuel "Manny" Pacquiao.

Pacquiao secara resmi mengajukan diri sebagai kandidat presiden pada 1 Oktober. Beberapa pekan sebelumnya, dia secara terbuka mendeklarasikan niatnya untuk memimpin Filipina. Meskipun demikian, rumor bahwa Pacquiao mengincar kursi presiden telah beredar sejak setahun ke belakang.
Pacquiao awalnya digadang sebagai penerus Presiden Rodrigo Duterte. Selama menjadi senator, hubungan antara Pacquiao dengan Duterte bisa dibilang cukup erat. Pada Desember 2020, Pacquiao menjadi Presiden Partai PDP-Laban atas restu dari Duterte.

Namun, sikap Pacquiao terhadap Duterte menjadi lebih kritis mendekati masa pemilihan. Dia mengkritik korupsi yang terjadi selama kepemimpinan Duterte. Dia juga mengecam kebijakan luar negeri Duterte yang terlalu pro-Tiongkok.

"Kita semua dengar pernyataan dia sebelum menjadi presiden. Dia berkata akan mengendarai jet ski untuk menaruh bendera Filipina di Kepulauan Spratly. Saat itu saya tergerak untuk memilih dia karena saya merasa kita butuh presiden seperti dia. Kita membutuhkan sosok yang berani berjuang untuk negara ini," ucap Pacquiao dalam sebuah wawancara pada Mei lalu.

Duterte sendiri tengah berupaya mencari cara untuk melanggengkan kekuasaannya setelah masa jabatannya usai. Sudah jadi rahasia umum bahwa Duterte ingin anak perempuannya maju dalam pemilihan presiden. Dia juga mendorong pencalonan sekutu terdekatnya seperti Senator Christopher 'Bong' Go.

Selain itu, Duterte juga dikabarkan berniat mengincar poisi wakil presiden. Menurut pengamat, dia berharap posisi wakil presiden dapat melindunginya dari jeratan hukum. Setelah rencana tersebut menimbulkan perdebatan sengit di masyarakat, Duterte mengklaim mengurungkan niatnya untuk ikut dalam pemilihan wakil presiden.

Sistem pemilihan presiden di Filipina memang unik. Pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara terpisah. Artinya, presiden terpilih dan wakil presiden terpilih bisa saja berasal dari kubu politik yang berbeda.

Selain itu, pemilihan presiden di Filipina juga tidak mengenal putaran kedua. Peraih suara terbanyak tetap dinyatakan sebagai pemenang meskipun dia tidak meraih suara lebih dari 50 persen. Duterte hanya meraih 39 persen suara pada pemilihan presiden sebelumnya.

Keunikan tersebut membuat hasil pemilihan presiden di Filipina sulit ditebak. Persaingan semakin rumit jika terdapat banyak kandidat potensial. Menurut hasil survei di Filipina, setidaknya ada 4-5 tokoh yang berpotensi memenangkan pemilihan presiden tahun depan.

Survei yang dilakukan Asian Pulse pada awal September menunjukkan Sara Duterte-Carpio, anak perempuan Presiden Duterte yang kini menjabat sebagai Wali Kota Davao, masih menjadi tokoh paling berpeluang dengan tingkat elektabilitas sebesar 20 persen. Senator Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr, putra mantan ditaktor dan penerus dinasti politik Marcos, menempati posisi kedua dengan tingkat elektabilitas sebesar 15 persen.

Sementara itu, Wali Kota Manila Francisco "Isko Moreno" Domegoso berada di peringkat ketiga dengan tingkat elektabilitas sebesar 13 persen. Dalam survei yang sama, Pacquiao berada di posisi keempat dengan tingkat elektibiltas sebesar 12 persen.

Pemilihan Presiden Filipina dijadwalkan digelar pada Mei 2022. Comelec diperkirakan mengumumkan daftar kandidat presiden pada pertengahan November. Sampai saat ini, Pacquiao satu-satunya tokoh kuat yang telah mendaftarkan diri untuk maju dalam pemilihan presiden.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id