Pelajaran dari Strategi Korsel Melawan Covid-19

    Willy Haryono - 29 Maret 2020 16:00 WIB
    Pelajaran dari Strategi Korsel Melawan Covid-19
    Sekelompok prajurit yang mengenakan pakaian pelindung hendak menyemprotkan disinfektan di Daegu, Korea Selatan, 29 Februari 2020 (Foto: YONHAP / AFP)
    Opini ditulis Will Bedingfield, seorang penulis dari media wired.co.uk.

    London: "Tes, tes, tes," ujar Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi pers di Jenewa pada 16 Maret terkait pandemi virus korona (covid-19).

    "Anda tidak dapat memerangi bencana ini dengan mata tertutup," lanjutnya. Kala itu, Tedros meminta semua negara, termasuk Korea Selatan, memperbanyak tes demi mendeteksi dini para individu pengidap covid-19.

    Penyebaran covid-19 di Korsel mirip dengan di Italia. Jumlah kasus covid-19 di Korsel naik secara perlahan, sebelum akhirnya melonjak drastis. Beberapa bulan sejak Tiongkok pertama kali mengonfirmasi kemunculan covid-19, jumlah kasus di Korsel relatif rendah -- hanya 30 infeksi pada 18 Februari.

    Pada hari itu, seorang wanita mendatangi sebuah rumah sakit di Daegu, kota dengan populasi keempat terbesar di Korsel. Dari pemeriksaan, diketahui bahwa wanita itu -- disebut sebagai "pasien 31" dan merupakan anggota grup keagamaan Shincheonji Church of Jesus -- telah sakit selama beberapa hari, namun berulang kali menolak diperiksa.

    Dari pemeriksaan juga diketahui bahwa wanita itu beberapa kali datang ke gereja dan pernah menghadiri jamuan makan siang meski mengidap demam tinggi.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) kemudian mengumumkan bahwa 9.300 orang menghadiri dua acara di gereja Shincheonji bersama "pasien 31," dan 1.200 di antaranya mengeluhkan gejala penyakit mirip flu. Ratusan kasus positif covid-19 kemudian bermunculan beberapa hari setelah pengumuman KCDC.

    Dalam periode 10 hari pada akhir Februari, jumlah kasus covid-19 di Korsel melonjak tajam melampaui 5.000.

    Namun pada pertengahan Maret, dengan total 8.652 infeksi dan 94 kematian, Korsel mencatat tren penurunan jumlah kasus baru. Hanya ada 93 kasus baru covid-19 di Korsel pada 18 Maret, dan terus menurun secara stabil dari hari ke hari, meski pada 19 Maret sempat kembali naik menjadi 152.

    Saat puncak wabah covid-19 terjadi di Korsel pada Februari, pernah ada lonjakan di atas 900 kasus dalam kurun waktu 24 jam. Namun sejak saat itu hingga akhir Maret, jumlah kasus dan kematian terbaru akibat covid-19 di Korsel terus menurun.

    Kunci dari keberhasilan Korsel menekan angka penularan adalah tes covid-19 kepada semua orang, yang diikuti pendeteksian kontak dari para individu terjangkit. Tidak hanya itu, Korsel juga mengkarantina siapapun yang diduga pernah melakukan kontak dengan pasien positif maupun yang hanya terduga covid-19.

    Sejak Februari hingga 19 Maret lalu, Korsel telah melakukan lebih dari 307 ribu tes covid-19 --tertinggi di dunia kala itu. Sementara Inggris hanya melakukan 64.600 dalam periode sama, dan sejumlah negara lain jauh lebih rendah lagi.

    Tes dalam jumlah masif seperti di Korsel membutuhkan koordinasi yang luar biasa. Media Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Korsel dapat melakukan tes covid-19 kepada lebih dari 20 ribu orang per hari di 633 titik di seantero negeri. Korsel juga mengeluarkan sebuah aplikasi di smartphone yang menghadirkan peta GPS untuk melacak penyebaran infeksi covid-19.

    Otoritas medis Korsel mendirikan banyak tenda putih di pinggir jalan. Semua warga Korsel dapat mengemudi ke arah tenda-tenda tersebut dan menggunakan layanan pemeriksaan gratis covid-19 melalui skema drive through. Hasil pemeriksaan tes drive through tersebut juga relatif cepat, yakni hanya dalam kurun waktu 24 jam. Hasil tes disampaikan kepada warga melalui pesan singkat via smartphone.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id