Diplomasi Budaya Tumbuhkan Pemahaman Internasional Terhadap Indonesia

    Medcom - 25 November 2021 08:54 WIB
    Diplomasi Budaya Tumbuhkan Pemahaman Internasional Terhadap Indonesia
    Video peserta Sanggar Seni Shofyani saat latihan dalam program BSBI Kemenlu RI. Foto: Kemenlu RI



    Jakarta: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional untuk menumbuhkan pemahaman mereka terhadap Indonesia. Salah satu program tahunan yang menjadi unggulan Kemenlu dalam diplomasi budaya adalah Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI).

    BSBI bertujuan untuk memperkuat people to people connection melalui seni dan budaya, terutama bagi generasi muda.

     



    Sejak tahun 2003, Kemenlu telah memberikan beasiswa seni budaya kepada para pemuda dari berbagai belahan dunia untuk belajar dan mendalami seni budaya Indonesia. Selama tiga bulan, para peserta tinggal di sanggar seni yang menjadi mitra Kemenlu. Selain mendalami seni dan budaya, mereka juga dapat merasakan secara langsung denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia.

    Beberapa dari mereka bahkan ada yang kembali sebagai mahasiwa melalui beasiswa Dharmasiswa. Dan banyak pula yang kembali ke Indonesia bersama kerabat dan sahabat untuk berwisata dan bernostalgia ke sanggar dimana mereka menghabiskan 3 bulan yang sangat mengesankan. Hingga tahun 2020, BSBI telah menelurkan 922 alumni dari 77 negara.

    Akibat pandemi covid-19, pada tahun 2020 BSBI ditiadakan. Sebagai gantinya, Kemenlu untuk pertama kalinya mengadakan program alumni talk yang menghadirkan para alumni lintas angkatan. Dari hasil ngobrol-ngobrol melepas kangen inilah muncul berbagai ide baru, antara lain:

    Pembuatan video alumni menyanyikan theme song BSBI, 'Indonesia, Hatiku Rumahku Bangsaku'. Sebuah lagu yang diciptakan oleh Vincent Lagea asal PNG, Alumni BSBI tahun 2007.

    Kemudian jugapembuatan buku alumni berjudul 'Indonesia, Hatiku Rumahku Bangsaku: Jauh di Mata Dekat di Hati' yang berisikan kisah-kisah para peserta selama mengikuti BSBI, dan bagaimana BSBI membentuk jiwa dan karakter mereka.

    Memasuki tahun 2021, pandemi covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. BSBI 2021 pun kembali terancam gagal dilaksanakan. Hingga akhirnya sebuah ide muncul untuk melaksanakan BSBI secara virtual. Sebuah adaptasi dan inovasi yang didasari bahwa diplomasi budaya harus tetap berjalan walaupun di masa pandemi, kemudian juga keinginan untuk membantu sanggar seni mitra Kemlu yang sangat terdampak secara ekonomi di masa pandemi, dan Pemanfaatan platform video conference yang telah menjadi sebuah new normal.

    Diplomasi Budaya Tumbuhkan Pemahaman Internasional Terhadap Indonesia

    Peserta asal Ukraina membawakan tarian Minang langsung dari KBRI di Kiev. Foto: Dok.Kemenlu RI


    Di pertengahan tahun, Kemenlu mengundang Sanggar Mitra untuk sama-sama membahas bagaimana BSBI virtual yang pertama bisa dilaksanakan dengan baik. Setiap sanggar diminta untuk menyiapkan modul pelatihan berupa potongan video yang harus disampaikan kepada para peserta; Pelatihan meliputi tarian, lagu, dan pembuatan kriya; Pertemuan virtual untuk praktek menari, menyanyi, dan membuat kriya setiap hari Sabtu dan Minggu masing-masing selama 2 jam. Total ada 16 x pertemuan; dan Meminta sanggar untuk menerapkan pembelajaran yang kreatif dan menarik agar peserta mau bertahan. Zoom fatigue juga menjadi kekhawatiran dalam program ini.

    Selanjutnya melalui Perwakilan RI di luar negeri, mulai dilakukan pendaftaran dan penerimaan peserta. Mempertimbangkan perbedaan zona waktu, hanya peserta dari wilayah Asia, Afrika, Eropa, dan Pasifik yang dapat ikut serta. Hasilnya cukup menggembirakan, 47 orang peserta dari 21 negara berhasil diterima. Cukup mengejutkan mengingat peserta BSBI fisik biasanya berada di kisaran 70 orang.

    Seluruh peserta selanjutnya dibagi secara merata keenam Sanggar Seni mitra Kemenlu, yaitu:
    -Sanggar Lang Lang Buana, Banyuwangi
    -Sanggar Kinanti Sekar, Yogyakarta.
    -Sanggar Semarandana, Bali.
    -Gubang Art Community, Tenggarong.
    -Kazaki Art School, Makassar.
    -Sanggar Seni dan Musik Syofyani, Padang.

    Pembukaan dilangsungkan di Yogyakarta pada 24 September 2021. Di acara pembukaan, para peserta disajikan profil sanggar sekaligus perkenalan kepada para pengurus sanggar. Sanggar Kinanti Sekar sebagai tuan rumah acara pembukaan juga menampilkan tarian dalam acara yang berlangsung secara hybrid ini.

    Selama 2 bulan penuh, Kemlu terus memantau jalannya pelatihan. Kemlu senantiasa hadir di setiap kelas virtual yang berlangsung. Kemlu juga mengunjungi setiap sanggar untuk menyaksikan secara langsung proses latihan. Semua ini dilakukan untuk memastikan program berjalan dengan baik.

    Padang, 20 November 2021. Bertempat di Hotel Mercure, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Teuku Faizasyah secara resmi menutup program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Virtual 2021. Dari total 47 orang pendaftar, 38 orang peserta dari 20 negara dinyatakan lulus. Empat orang mundur di awal program karena ketentuan di universitas dimana mereka belajar dan orang gugur dalam proses pembelajaran.

    Artinya 88 persen peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan dinyatakan lulus. Sebuah angka yang cukup mengejutkan dan juga membahagiakan.

    Dalam acara penutupan, setiap sanggar seni menampilkan video proses pelatihan dan hasil pelatihan. Setiap sanggar juga diminta memilih satu orang peserta untuk tampil secara live virtual. Banyak momen lucu, Bahagia, dan mengharukan dalam video delapan menit yang diproduksi oleh masing-masing sanggar. Penampilan live pun sangat membanggakan, mengingat hanya delapan minggu para peserta mempelajari tarian dan lagu Indonesia. Itu pun dilakukan secara virtual, tanpa ada sentuhan langsung dari para instruktur seni.

    Beberapa orang peserta juga diminta untuk memberikan kesan-kesan mereka selama mengikuti pelatihan.

    David Peralta, peserta asal Portugal yang dilatih oleh sanggar Shofyani Padang menjelaskan Indonesia dalam tiga kata, beautiful (cantik), diverse (beraneka ragam), dan fun (menyenangkan).

    “Di Melbourne kami tidak bisa keluar rumah karena ada lockdown yang ketat. Tanpa BSBI kami akan merasa sangat kesepian. Saya sangat berterima kasih untuk program yang berlangsung selama hampir dua bulan yang tidak hanya mengajarkan kami tentang budaya, tapi juga sahabat dan keluarga baru,” ujar Yana Gill salah satu peserta asal Australia yang mengikuti kelas virtual bersama Kazaki Art School di Makassar.

    Ada tawa bahagia dan tangis haru tersaji pada acara penutupan. Semua ingin pandemi segera berakhir. Semua ingin segera mengunjungi sanggar dimana mereka belajar. “Jika pandemi berakhir, saya akan berlari ke Indonesia untuk menemui keluarga baru saya," kata Esraa, peserta asal Mesir sambil menghapus air matanya.

    Lagu tema BSBI, ‘Indonesia, Hatiku Rumahku Bangsaku’, merupakan sebuah ungkapan tulus dari para peserta setelah mengikuti program BSBI. Selamat bergabung dengan Keluarga Besar BSBI

    Ada satu catatan menarik lainnya dari BSBI Virtual 2021 ini. Seorang instruktur lukis di sanggar Semarandana Bali dengan nama panggilan P-Man menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemlu. Terinspirasi dari program BSBI virtual, dia sudah mulai mendapat murid untuk belajar melukis secara virtual. Hal ini disampaikan langsung saat Kemenlu mengunjungi sanggar pada 23 Oktober 2021.






    Penulis adalah Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar  Negeri RI, Yusron B Ambary.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id