comscore

Pemilu Filipina: Popularitas Capres Nomor Wahid

Marcheilla Ariesta - 09 Mei 2022 09:07 WIB
Pemilu Filipina: Popularitas Capres Nomor Wahid
Ferdinand Marcos Jr memimpin dalam survei pemilu di Filipina. Foto: AFP
Manila: Senin, 9 Mei 2022 menjadi hari penting bagi Filipina, di mana kursi panas presiden akan diisi sosok baru. Anak mantan diktator yang digulingkan akibat korupsi untuk sementara ini unggul dalam polling jajak pendapat, bersaing ketat dengan wakil presiden. 

Kepopuleran ayahnya membuat Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr dielu-elukan untuk jadi pemimpin Filipina berikutnya, menggantikan Rodrigo Duterte. 35 tahun lalu, diktator Ferdinand Marcos Sr. lengser dari puncak kepemimpinan Filipina. Sejak saat itu, klan Marcos terus berupaya untuk kembali berkuasa di Filipina. Ambisi mereka kemungkinan besar terwujud dalam pemilu Filipina tahun ini. 
Bongbong memulai karier politiknya pada tahun 1980 ketika ayahnya masih berjaya. Dia saat itu menjadi pemimpin daerah di Provinsi Ilocos Norte yang merupakan basis politik klan Marcos. Namun, karir politiknya sempat terhenti karena keluarganya terusir dari Filipina pada 1986. 

Bongbong pulang ke Filipina setelah ayahnya meninggal pada 1989. Dia lalu membangun kembali karir politiknya di Provinsi Ilocos Norte. Pada 2010-2016, Bongbong memasuki panggung nasional dengan menjadi senator. 

Pada pemilihan presiden sebelumnya, Bongbong ikut bertarung memperebutkan posisi wakil presiden. Dia saat itu kalah dengan selisih yang sangat tipis.  

Ia 'menggandeng' Sara Duterte-Caprio yang mau dipasangkan sebagai Wakil Presiden - yang pemilihannya juga terpisah. Duterte-Caprio adalah anak presiden saat ini, Rodrigo Duterte yang diunggulkan karena kepopuleran sang ayah. 

Duterte-Carpio sebelumnya disiapkan sebagai calon presiden oleh ayahnya. Wali Kota Davao tersebut secara mengejutkan lebih memilih menjadi pasangan Marcos di menit-menit terakhir. 

Dengan menggaet Duterte-Carpio, Bongbong menghilangkan saingan terkuatnya. Sebelumnya, Duterte-Carpio selalu menempati peringkat teratas survei. 
 

Selain Duterte-Carpio, saingan Bongbong antara lain Wakil Presiden Leni Robredo, Wali Kota Manila Isko Moreno dan Senator Manny Pacquiao yang juga mantan juara tinju dunia.  

Kepopuleran Bongbong 

Kepopuleran Bongbong membuat kubu liberal khawatir. Mereka berpendapat ia akan memimpin dengan gaya khas ayahnya, diktator yang korup. 

Keberhasilan Bongbong untuk kembali tampil di dunia politik dapat ditelusuri dari daerah kantong pendukung keluarga Marcos di Provinsi Ilocos Norte. Banyak warga di sana tetap setia kepada keluarga Marcos karena daerah mereka mendapat kucuran dana khusus, sekalipun daerah-daerah lain diterapkan undang-undang darurat yang brutal mulai 1972. 

"Bayangkan bagai topan dahsyat menerjang negeri ini, tapi Ilocos Norte tak terdampak sama sekali," jelas seorang wartawan. 

Warga di povinsi itu tidak mau percaya bahwa keluarga Marcos bersalah melakukan korupsi dan melanggar hak-hak warga, sentimen yang dibentuk oleh manipulasi media sosial yang cerdik. 

"Di media sosial, mereka mengalihkan topik itu, tak masalah jika orang tersebut korup, mereka mengatakan ia telah mewujudkan banyak pencapaian seperti infrastrutur yang ada. Tidak ada gunanya mendebat mereka," kata pengacara muda Zsa Zsa Raval, yang menggambarkan diri sebagai "segelintir orang" yang tidak akan memilih Bongbong Marcos. 

Leni Robredo Saingan Berat Bongbong 

Sementara itu, kubu liberal menaruh harapan kepada Wakil Presiden Robredo dalam pemilihan presiden kali ini. Dikenal sebagai tokoh yang bersih dari korupsi, basis pendukung Robredo didominasi kelas menengah ke atas. Jika mau mengalahkan Bongbong, Robredo harus mencari cara agar bisa memikat kelas menengah ke bawah. 

Robredo adalah mantan pengacara dan advokat hak asasi manusia. Para pendukungnya, yang mencakup banyak selebritas dan tokoh terkemuka Filipina, memakai warna merah muda selama kampanyenya. 

Pemilu Filipina: Popularitas Capres Nomor Wahid
Leni Robredo saingan kuat Ferdinand Marcos jr. Foto: AFP

Pendukung Robredo berharap "Revolusi Pink" dapat mengembalikan nilai-nilai keluarga dan menegakkan supremasi hukum Filipina. 

Di sisi lain, para kritikus Robredo menyebutnya mewakili kalangan super kaya Filipina. 

Robredo adalah anggota partai Liberal, yang secara tradisional telah terhubung dengan keluarga terkaya dan paling berkuasa di negara ini.

Lebih dari 67 juta orang Filipina telah mendaftar untuk memberikan suara dalam pemilihan nasional Filipina pada 9 Mei ini. Analis melihat pemilihan presiden kali ini sebagai ujian kepercayaan orang Filipina dalam demokrasi. 

"Kita tidak bisa begitu saja menyalahkan kembalinya keluarga Marcos ke panggung politik hanya sebagai produk manipulasi atau disinformasi," kata sosiolog Nicole Curato, yang telah melakukan penelitian tentang preferensi pemilih untuk Marcos Jr, seperti dikutip Channel News Asia

Dalam kampanyenya Bongbong meminta agar Filipina "bangkit kembali" mengingatkan pada slogan kampanye ayahnya pada 1965: "Kami akan membuat bangsa ini hebat kembali”. Ini adalah sebuah kalimat yang diulangi oleh Marcos Sr dalam pidato pelantikannya sebagai presiden tahun itu. 

Hasilnya akan segera terlihat dalam pemilu hari ini. Siapa yang akhirnya menjadi pemimpin Filipina hanya bisa ditentukan oleh warganya. Selamat berdemokrasi, Filipina! 

(FJR)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id