Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak, Amankah?

    Marcheilla Ariesta - 07 Juni 2021 08:50 WIB
    Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak, Amankah?
    Ilustrasi oleh AFP.



    Jakarta: Varian covid-19 yang pertama kali ditemukan di India lebih cepat menular dari satu orang ke yang lainnya, termasuk anak-anak. Banyak anak-anak terjangkit virus tersebut, apalagi mereka belum terbentuk antibodi yang kuat dari vaksin untuk melawan virus ini. 

    Seperti halnya di Malaysia, pekan ini dilaporkan sebanyak 8.237 anak usia usia 5-6 tahun juga terinfeksi virus korona. Di rentang usia 7 hingga 12 tahun, 26.851 anak positif covid-19, sementara 27.402 kasus juga terdeteksi pada usia 13 hingga 17 tahun.

     



    Tak hanya Malaysia, Singapura juga memiliki kasus yang sama. Pemerintah kedua negara meminta agar para orangtua waspada karena varian baru covid-19 ini semakin mengintai anak-anak.

    Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba mengimbau orangtua atau wali lebih bertanggung jawab dalam melindungi anak-anaknya agar tak terinfeksi virus, seperti tak membiarkan putra-putrinya berada di area kerumunan.

    Menurutnya, memang tak ada ketentuan mengenai perlindungan anak ini di bawah Undang-undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988. Namun, pemerintah masih tetap bisa menggelar penyelidikan.

    Tak hanya penularan, angka kematian akibat covid-19 pada anak-anak juga tinggi. Hal tersebut tentunya semakin menambah kekhawatiran orangtua.

    Karenanya, pemerintah juga menegaskan pentingnya disiplin protokol kesehatan tak hanya bagi orang tua, namun juga anak-anak. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial adalah hal wajib dan mutlak untuk dilakukan saat ini meskipun sudah mendapatkan vaksin.

    Seperti diketahui, varian Corona Delta yang pertama kali ditemukan di India disebut sangat menular dan menyebar cepat. Varian ini juga menjadi pemicu gelombang kedua covid-19 ganas di India.

    "Varian Delta atau strain B.1.617.2 lebih menular daripada varian Alpha yang pertama kali terdeteksi di Kent, Inggris," kata studi oleh para ilmuwan dari Indian SARS COV2 Genomic Consortia dan National Center for Disease Control.

    "Varian Delta, pada kenyataannya, 50 persen lebih menular daripada strain Alpha," sambung penelitian tersebut

    Vaksin Untuk Anak-anak

    Pada awal April lalu, pihak Pfizer mengumumkan uji coba tahap ketiga pada anak berusia 12-15 tahun menunjukkan efikasi 100 persen dan respon atibodi yang kuat, bahkan melebihi yang tercatat sebelumnya pada orang berusia 16-25 tahun.

    Untuk sampai pada temuan ini, setengah dari 2.260 peserta studi berada dalam kelompok plasebo dan diberi larutan garam, sementara separuh lainnya menerima vaksin. Pada kelompok plasebo, sebanyak 18 peserta terkena covid-19 sementara tidak ada dalam kelompok yang divaksinasi tertular virus.

    Pihak Pfizer menuturkan, vaksin mereka ditoleransi dengan baik oleh anak berusia 12-15 tahun dalam kelompok yang divaksinasi. Mereka ini campuran dari anak-anak yang tidak pernah terkena covid-19 dan beberapa yang pernah terinfeksi.

    Seperti pada orang dewasa, vaksin menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada anak-anak satu bulan setelah dosis kedua. Kini, Pfizer dan Moderna juga sedang menjalankan uji klinis vaksin mereka pada anak-anak berusia 6 bulan-12 tahun.

    Tak hanya Pfizer dan Moderna, Sinovac - yang vaksinnya digunakan di Indonesia - juga mengatakan dosis mereka aman untuk anak 3-17 tahun. Hasil awal dari uji klinis Fase I dan II menunjukkan vaksin dapat memicu respons imun pada peserta berusia tiga hingga 17 tahun, dan sebagian besar reaksi merugikan bersifat ringan.

    Produsen obat yang didukung negara Sinopharm, yang memiliki dua suntikan menggunakan teknologi serupa dengan produk Sinovac, juga mengirimkan data untuk izin pada kelompok yang lebih muda.

    Sementara itu, vaksin dari CanSino Biologics', yang mengadopsi teknik berbeda, telah memasuki uji coba Fase II yang melibatkan mereka yang berusia antara enam dan 17 tahun.

    "Sinovac juga telah menyelesaikan uji klinis Fase II di mana peserta disuntik dengan dosis booster ketiga setelah menyelesaikan dua suntikan reguler," kata kepala perusahaan Sinovac, Yin Weidong, dikutip dari Channel News Asia.

    "Terjadi peningkatan antibodi 10 kali lipat dalam sepekan, dan 20 kali lipat dalam setengah bulan pada para peserta," imbuh Yin.

    Yin memperingatkan bahwa Sinovac masih perlu menyelesaikan pengamatan jangka panjang dari durasi antibodi sebelum dapat membuat rekomendasi kepada pihak berwenang tentang kapan dosis ketiga harus diberikan.

    Beberapa negara sudah menyetujui penggunaan vaksin-vaksin ini untuk anak. Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Inggris menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech untuk anak-anak, sedangkan Tiongkok setuju memberikan vaksin Sinovac untuk anak-anak di sana.

    Sedangkan di Indonesia masih belum diketahui. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan menunggu rekomendasi dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait penggunaan vaksin Covid-19 terhadap masyarakat di bawah usia 18 tahun.

    Sementara ITAGI masih menunggu kajian lebih lanjut mengenai kemungkinan tersebut, meskipun China telah memberikan lampu hijau pada penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac untuk anak usia 3-17 tahun.

    Namun, meskipun sudah mendapatkan vaksin nantinya, protokol kesehatan adalah yang terpenting untuk segera bebas dari pandemi covid-19. Pasalnya, vaksin tidak menjamin penerimanya kebal covid-19, hanya saja mereka yang terpapar virus akan menderita gejala yang ringan dan tidak terlalu parah.

    Jangan lupa untuk terus melakukan protokol kesehatan di mana pun. Ingat pesan ibu, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id