Italia Berburu Sumber Penyebar Virus Korona

    Arpan Rahman - 25 Februari 2020 16:14 WIB
    Italia Berburu Sumber Penyebar Virus Korona
    Seorang pria di Milan, Italia menggunakan masker di tengah ancaman virus korona. Foto: AFP
    Roma: Perburuan besar mencari ‘pasien awal’ sedang berlangsung ketika Italia mengalami kematian ketujuh akibat virus korona COVID-19. 229 orang saat ini dilaporkan terinfeksi di Italia.

    Awalnya dianggap dari pengusaha berusia 38 tahun yang makan malam dengan seorang rekan di Milan dan membawa virus tetapi awalnya dia tidak menunjukkan gejala. Orang pertama kemudian jatuh sakit dan diduga sudah menginfeksi beberapa orang lain, tetapi pihak berwenang tidak yakin dia adalah ‘penyebar virus’.

    Baca juga: WHO Khawatir Korona COVID-19 Menjadi Pandemik Global.

    Para pejabat mengatakan mereka mungkin memiliki terobosan dalam perburuan sesudah seorang pekerja pertanian berusia 60 tahun dibawa ke rumah sakit menunjukkan gejala virus mematikan ini. Pria itu dikatakan telah mengunjungi kota Codogno dekat Milan yang telah ditutup oleh polisi dan tentara usai dihantam oleh banyak kasus.

    Sepuluh kota dan desa di sekitarnya juga ditutup dengan pos-pos pemeriksaan, sekolah-sekolah, dan kantor-kantor ditutup karena mengandung virus. Tujuh wilayah Italia memberlakukan pembatasan gerakan, paling banyak difokuskan di utara negara itu dengan sekitar 27 juta orang yang terkena dampak.

    Para pejabat mengatakan, kematian terbaru, termasuk seorang pria berusia 84 tahun yang memiliki masalah kesehatan mendasar. Dia berasal dari Bergamo, sementara korban lainnya berusia 88 tahun.

    Beberapa kota terkunci di Italia utara dan polisi serta pasukan secara ketat mengontrol akses. Milan, ibu kota keuangan dan bisnis negara itu, menjadi kota mati dan penumpang yang tiba di bandara Linate kota disambut dengan pos pemeriksaan medis.

    Petugas kesehatan memakai topeng dan sarung tangan mengukur suhu orang yang datang dan menanyakan dari mana mereka berangkat.

    Aula kedatangan yang ramai biasanya sepi dan pekerja mengenakan topeng dan sarung tangan. Sebuah tanda pada seorang ahli kimia di terminal mengatakan semua stok telah terjual habis.

    Baca: Tiongkok Laporkan Angka Kematian Terendah akibat Korona.

    Seorang karyawan di sewa mobil Avis berkata: "Jika Anda pikir ini sepi, kembalilah pada Selasa -- kami sudah memiliki puluhan pembatalan dan ini hanya akan menjadi lebih buruk”.


    "Tidak ada yang mau datang ke Milan, mereka terlalu takut. Ini seharusnya menjadi salah satu waktu tersibuk tahun ini dengan Milan Fashion show," serunya, dirilis dari The Sun, Selasa 25 Februari 2020.

    Di Milan sendiri, rumah opera La Scala yang terkenal ditutup dan alun-alun di depan katedral ikonik, yang biasanya penuh dengan turis, nyaris kosong kecuali para polisi mengenakan topeng.

    Italia merupakan negara ketiga setelah Tiongkok dan Korea Selatan dengan kasus yang terkonfirmasi. Kepanikan telah melanda swalayan, mengakibatkan rak-rak kosong di Milan dan bursa saham turun empat persen.

    Irlandia dan Serbia mengeluarkan saran perjalanan yang menyarankan agar tidak bepergian ke daerah-daerah yang terkena dampak di Italia utara. Tetapi pejabat setempat bersikeras situasi di bawah kendali.

    Baca: AS Siapkan Rp34 Triliun untuk Perangi Korona COVID-19.

    Sementara itu Yunani mengatakan, akan menghentikan semua perjalanan sekolah ke Italia sampai pemberitahuan lebih lanjut dan Uni Eropa mengumumkan akan mengirim tim untuk menyelidiki wabah tersebut.

    Kepala Perlindungan Sipil Angelo Borrelli berkata: "Italia telah bereaksi dengan tindakan keras dan aman untuk datang ke sini."



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id