• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 ganja    inggris  

Inggris Legalkan Ganja untuk Pengobatan

Sonya Michaella - 12 Oktober 2018 11:49 wib
Daun ganja yang ditanam di California, AS. (Foto: AFP)
Daun ganja yang ditanam di California, AS. (Foto: AFP)

London: Dokter di Inggris, Wales dan Skotlandia akan mengizinkan daun ganja diperoleh lewat resep mulai 1 November 2018. Perizinan ini sekaligus melegalkan ganja untuk pengobatan berbagai penyakit, misalnya epilepsi, pusing dan nyeri akibat kemoterapi.

Pengumuman ini dikeluarkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid. Ini berarti, Inggris akan bergabung bersama Jerman memperbolehkan ganja dikonsumsi sebagai obat.

"Pelegalan ini berdasarkan pentingnya bertindak cepat untuk memastikan pasien cepat ditangani dalam keadaan kritis. Daun ini bisa diperoleh dengan resep biasa di apotek," kata Javid, dikutip dari Guardian, Jumat 12 Oktober 2018.

Javid menembahkan, daun ganja yang boleh diresepkan adalah jenis cannabis, cannabis resin, cannabinol dan turunan cannabinol.

Namun, perizinan ini juga akan dibarengi dengan pembentukan Dewan Penasihat Penyalahgunaan Obat-Obatan, terutama terkait penggunaan jangka panjang daun ganja untuk pengobatan.

Diperbolehkannya daun ganja dikonsumsi sebagai obat di Inggris bermula dari protes masyarakat terkait penanganan anak penderita epilepsi.

Remaja berusia 13 tahun bernama Billy Caldwell ini menderita kejang-kejang dan nyaris meninggal setelah daun ganja yang dikonsumsinya disita otoritas setempat.

Usai kasus tersebut, pemerintah menerbitkan izin sementara untuk mengonsumsi ganja sebagai pengobatan, bukan penggunaan sah obat-obatan terlarang. 

Jika Wales dan Skotlandia telah setuju dengan keputusan Inggris ini, lain dengan Irlandia. Kementerian Dalam Negeri Inggris masih berdiskusi dengan Kementerian Kesehatan Irlandia tentang perubahan perizinan daun ganja tersebut. 


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.