Undangan untuk ASEAN di KTT G7 Buktikan Komitmen Inggris

    Marcheilla Ariesta - 06 Mei 2021 02:19 WIB
    Undangan untuk ASEAN di KTT G7 Buktikan Komitmen Inggris
    Pertemuan Menlu G7 di London, Inggris pada 4 Mei 2021. (Stefan Rousseau / POOL / AFP)



    London: Pertemuan tujuh negara besar di dunia (G7) dilakukan di Inggris tahun ini. Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan Inggris sebagai tuan rumah dan Presiden G7 menunjukkan persatuan pada saat yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan bersama dan meningkatnya ancaman.

    "Kami akan mengambil tindakan untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin di seluruh dunia, menetapkan target pendidikan bagi anak perempuan di tingkat global, menyetujui tindakan ambisius terhadap perubahan iklim, dan mengembangkan tindakan baru untuk mencegah kelaparan," tutur Raab, dikutip dari pernyataan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021.

     



    Dalam pertemuan ini, ASEAN dan India turut hadir. Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengatakan undangan tersebut menunjukkan London berusaha memperdalam hubungan dengan kawasan Indo-Pasifik.

    Baca: Jadi Tuan Rumah KTT CEPI 2022, Inggris Dukung Pemotongan Waktu Pengembangan Vaksin

    "Adanya teman-teman kita dari Australia, India, Republik Korea, dan Afrika Selatan, serta Ketua ASEAN mencerminkan semakin pentingnya kawasan Indo Pasifik bagi G7," kata Raab.

    Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan G7 memiliki tanggung jawab kepada seluruh dunia pada saat krisis ini. Owen mengungkapkan kegembiraannya bahwa ASEAN telah diundang untuk pertama kalinya dalam pertemuan G7.

    Menurut dia, hal tersebut mencerminkan kenyataan bahwa negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, sangat penting bagi masa depan planet bumi, ekonomi global, serta perdamaian dan stabilitas dunia.

    "Keterlibatan ASEAN dalam pertemuan ini mencerminkan langkah perubahan Inggris dalam keterlibatannya dengan Indo Pasifik," ungkap Owen.

    Selain itu Owen menegaskan Inggris yang menjadi tuan rumah G7 tahun ini, merupakan kesempatan untuk membuat kemajuan besar dalam masalah global.

    "Dari keahlian Inggris di bidang ilmiah dan genomic yang terkemuka di dunia, pengembangan vaksin covid-19 yang menyelamatkan jiwa, dan kepemimpinan dalam menetapkan target paling ambisius untuk mengatasi emisi iklim dari ekonomi besar mana pun. Inggris memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada G7 dan dunia," ujarnya.

    Berbagai isu dibahas dalam pertemuan ini, termasuk kudeta di Myanmar, peran utama ASEAN dalam menangani krisis, serta masalah antara Rusia dan Ukraina.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id