Bea Cukai Belanda Sita 90 Ribu Miras Tujuan Korut

    Marcheilla Ariesta - 27 Februari 2019 07:04 WIB
    Bea Cukai Belanda Sita 90 Ribu Miras Tujuan Korut
    Seorang petugas mengambil salah satu kotak berisi miras jenis vodka di pelabuhan Rotterdam, Belanda, 26 Februari 2019. (Foto: AFP)
    Rotterdam: Petugas bea cukai Belanda menyita 90 ribu botol minuman keras jenis vodka di pelabuhan Rotterdam. Miras tersebut diketahui hendak dikirim ke Korea Utara.

    Puluhan ribu botol ditemukan di kapal kargo Tiongkok. Surat kabar Belanda, AD, melaporkan bahwa barang sitaan tersebut diperuntukkan bagi pemimpin Korut Kim Jong-un dan para perwira militernya.

    Namun, Belanda membantah laporan tersebut. "Sudah seperti novel thriller saja," bantah juru bicara badan bea cukai Belanda, Roul Velleman kepada kantor berita AFP, Rabu 27 Februari 2019.

    Botol-botol mewah tersebut ditemukan pada Jumat lalu di dalam 3 ribu kotak. "Sejumlah sumber menunjukkan kepada kami bahwa sebuah kontainer tersebut akan dikirim ke Korea Utara. Itu alasan yang cukup bagi kami untuk bertindak," jelas Velleman.

    Namun, kata Velleman, upaya pencarian kontainer yang dimaksud cukup sulit. Ini dikarenakan posisinya tertumpuk sejumlah kontainer lain. "Tidak mudah," imbuhnya.

    Meski demikian, mereka berhasil menemukan kontainer yang dimaksud. "Kontainer itu berisi vodka dengan tujuan ke Korea Utara. Namun kami tidak bisa memastikan bahwa minuman keras tersebut untuk Kim Jong-un," ungkap Velleman..

    "Kami mematuhi kebijakan Kementerian Luar Negeri dan bertindak sesuai dengan sanksi internasional terhadap Korea Utara," sambung Velleman.

    Hingga kini, puluhan ribu botol tersebut masih berada di dermaga Rotterdam. "Botol-botol tersebut rencananya akan dihancurkan atau dijual. Namun belum kami putuskan," tutur Velleman.

    Kemenlu Belanda mengkonfirmasi penyitaan vodka tersebut. "Bea Cukai berkata kepada kami mereka meyakini ada (puluhan ribu) vodka di kapal tersebut," kata juru bicara kemenlu Jeroen Van Dommelen.

    Menteri Perdagangan Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag menuturkan bahwa dirinya yang memerintahkan penyitaan vodka tersebut. Menurut Kaag, impor 'barang mewah' juga termasuk dalam sanksi PBB.

    Saat ini Korut masih berada di bawah sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas program nuklir dan misil balistik. Namun, sudah lebih dari setahun Korut tak lagi melakukan uji coba rudal balistik.

    Hari ini, Kim Jong-un dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam Konferensi Tingkat Tinggi kali kedua di Hanoi, Vietnam. Dalam pertemuan ini, keduanya diyakini akan membahas mengenai denuklirisasi dan pelonggaran sanksi ekonomi Korut.

    Baca: Apa yang Diinginkan Trump-Kim Jong un di KTT Hanoi



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id