British Airways Batalkan Semua Penerbangan ke Kairo

    Arpan Rahman - 21 Juli 2019 10:45 WIB
    British Airways Batalkan Semua Penerbangan ke Kairo
    Pesawat maskapai British Airways. (Foto: AFP)
    London: Maskapai British Airways membatalkan semua penerbangan ke Kairo, ibu kota dari Mesir, selama sepekan penuh sejak Sabtu 20 Juli. Maskapai beralasan pembatalan merupakan bentuk "tindakan pencegahan" demi keamanan.

    Para penumpang yang hendak naik ke pesawat British Airways di Bandara Heathrow di London mendapat informasi bahwa penerbangan mereka dibatalkan. Mereka terkejut saat diberi tahu bahwa tidak akan ada penerbangan alternatif sepanjang pekan.

    Pihak maskapai tidak menyebutkan secara spesifik isu keamanan apa yang dimaksud sehingga berujung pada pembatalan. Seorang juru bicara bandara di Kairo mengatakan kepada media BBC bahwa pihaknya belum mendapat pemberitahuan dari British Airways mengenai pembatalan.

    "Kami secara berkala meninjau ulang faktor keamanan kami di semua bandara di dunia. Kami membekukan penerbangan ke Kairo selama tujuh hari sebagai bentuk tindakan pencegahan (demi keamanan)," ucap seorang jubir British Airways, dilansir dari situs BBC, Minggu 21 Juli 2019.

    "Keselamatan dan keamanan para pelanggan serta kru adalah prioritas kami. Kami tidak akan pernah mengoperasikan pesawat kecuali sudah merasa yakin itu semua aman untuk dilakukan," lanjutnya.

    British Airways mengaku telah menawarkan para penumpangnya yang hendak ke Kairo untuk terbang dengan maskapai lain tanpa biaya tambahan. Sementara mereka yang tidak ingin melanjutkan penerbangan akan mendapatkan pengembalian dana.

    Lufthansa, sebuah maskapai asal Jerman, juga membatalkan penerbangan ke Kairo pada Sabtu 20 Juli. Namun, penerbangan ke ibu kota Mesir itu dilanjutkan kembali satu hari setelahnya.

    Pembatalan terjadi tempat tahun usai sebuah pesawat Rusia jatuh di wilayah Sinai, Mesir, yang menewaskan total 224 orang. Bom ditemukan di dalam pesawat tersebut

    Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Rusia itu.

    Sebelumnya pada Jumat kemarin, Kementerian Luar Negeri Inggris memasang peringatan di situsnya, yang bertuliskan: "Ada peningkatan risiko terorisme terhadap penerbangan." Kemenlu Inggris tidak mengelaborasi lebih lanjut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id