Tiga Negara Tuduh Intelijen Rusia Lakukan Serangan Siber

    Arpan Rahman - 21 Februari 2020 18:09 WIB
    Tiga Negara Tuduh Intelijen Rusia Lakukan Serangan Siber
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    London: Inggris, Amerika Serikat, dan Georgia menuduh GRU, dinas intelijen militer Rusia, melakukan sejumlah ‘serangan dunia maya yang signifikan’ terhadap Georgia.

    Ini kali pertama pemerintah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyerukan rezim Presiden Vladimir Putin atas dugaan aktivitas bermusuhan. Sebuah tanda bahwa Inggris tidak melunakkan pendekatannya ke Rusia dua tahun setelah serangan mata-mata Salisbury, yang juga disalahkan oleh Inggris terhadap GRU.

    National Cyber Security Center, cabang GCHQ (badan intelijen dan keamanan Inggris) percaya "dengan tingkat probabilitas tertinggi" bahwa intelijen militer Rusia berada di balik operasi siber di Georgia.

    Serangan pada 28 Oktober mempengaruhi situs web pemerintah, bisnis dan media, termasuk kantor presiden dan dua stasiun televisi swasta.

    Aksi itu merusak situs web untuk menampilkan gambar mantan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili.

    Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menyebut serangan itu "sembrono dan kurang ajar". Dia katakan itu "benar-benar tidak dapat diterima".

    "Inggris akan terus mengekspos mereka yang melakukan serangan siber serampangan dan bekerja sama dengan sekutu kami untuk melawan perilaku mengancam GRU," bubuhnya, disitir dari Sky News, Jumat, 21 Februari 2020.

    Dalam tindakan terkoordinasi penghukuman, Menlu AS Mike Pompeo juga berbicara menentang Rusia. “Kampanye siber secara langsung mempengaruhi populasi Georgia, mengganggu operasi beberapa ribu pemerintah Georgia, dan situs web yang dikelola secara pribadi dan mengganggu siaran setidaknya dua stasiun televisi utama,” tegas Pompeo.

    Georgia mengatakan serangan itu dimaksudkan untuk menyebabkan kerusakan "dengan mengganggu dan melumpuhkan fungsi berbagai organisasi, sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat umum".

    Sumber mengidentifikasi program siber spesifik yang dianggap berada di belakang serangan itu berasal dari unit cyber GRU 74455. Unit itu juga disebut tim Sandworm, BlackEnergy Group, Telebots, dan VoodooBear. Kelompok yang sama dituduh melakukan serangan NotPetya 2017 yang melanda Ukraina dan menyebar ke 64 negara lain, termasuk Inggris.

    Analis AS menyebut serangan dunia maya itu sebagai yang paling merusak dan termahal dalam sejarah, setelah memperkirakan bahwa itu menyebabkan kerusakan bernilai miliaran dolar. Rusia sebelum membantah tuduhan berada di balik serangan siber.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id