Wafatnya Penentang Invasi AS ke Irak

    Medcom - 27 September 2019 15:13 WIB
    Wafatnya Penentang Invasi AS ke Irak
    Mantan Presiden Prancis Jacques Chirac wafat pada Kamis di usia 86 tahun. Foto: AFP
    Paris: Mantan Presiden Prancis Jacques Chirac wafat pada Kamis di usia 86 tahun setelah berjuang melawan penyakitnya. Wafatnya Chirac mendorong penghormatan dari seluruh spektrum politik untuk seorang negarawan karismatik yang terkenal mengatakan ‘tidak’ pada perang Irak 2003.

    Chirac, yang diakui bahkan oleh musuh sebagai pejuang politik yang cerdik, menjadi terkenal sebagai Wali Kota Paris sebelum menjadi perdana menteri dan kemudian menjabat sebagai kepala negara dari 1995 sampai 2007.

    Mantan lawan dan pendukung memuji sentuhan dan popularitasnya yang abadi. Sementara para pemimpin dunia termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin memuji pengabdiannya kepada Prancis.

    Presiden Emmanuel Macron mengumumkan hari berkabung nasional untuk Senin, ketika misa akan diadakan di gereja Saint-Sulpice di Paris.

    “Kami rakyat Prancis telah kehilangan seorang negarawan yang sangat kami cintai seperti dia mencintai kami,” kata Macron dalam pidatonya dari Istana Elysee. seperti dikutip AFP, Jumat, 27 September 2019.

    Macron menyebut sosok Chirac sebagai ‘orang Prancis yang hebat’  yang telah ‘mewujudkan’ Prancis.

    Macron dan istrinya Brigitte mengujungi rumah Chirac di Paris pada Kamis malam untuk memberi penghormatan kepada jenazah mantan pemimpin itu.

    Selama menjadi presiden, Chirac memimpin Prancis mengadopsi mata uang tunggal euro. Dalam momen penting untuk hubungan dengan Washington, dia dengan keras menentang invasi pimpinan AS ke Irak pada tahun 2003.

    Sikap Chirac itu membuat marah Presiden Amerika Serikat saati,  George W. Bush dan rekannya, Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Ini yang mendorong invasi bahkan tanpa mandat PBB.

    Macron memuji Chirac karena memimpin Prancis yang merdeka dan bangga yang mampu bangkit melawan intervensi militer yang tidak adil. Sementara Blair memuji Chirac sebagai ‘sosok yang menjulang tinggi dalam politik Prancis dan Eropa selama beberapa dekade.’

    Kematiannya diumumkan oleh menantunya Frederic Salat-Baroux, yang mengatakan kepada AFP bahwa ia telah meninggal pada Kamis pagi di rumahnya di Paris. “Dia wafat dikelilingi oleh keluarganya dengan damai,” ujar Frederic Salat-Baroux.

    Ratusan orang berbondong-bondong ke Istana Elysee pada Kamis malam untuk memberi penghormatan dan menulis dalam buku belasungkawa di bawah gambar besar Chirac.

    Meskipun antrian panjang, banyak yang meluangkan waktu mereka untuk menulis penghormatan rinci kepada mantan presiden itu. Seperti insinyur berusia 23 tahun Pierre Etienne, yang menyebut Chirac ‘pembela kuat hubungan Prancis-Afrika.’

    Sementara itu, operator Menara Eiffel mengatakan lampu akan dimatikan mulai untuk menghormati mantan presiden yang kharismatik ini.




    Penulis: Fitri Nur Rizkyani



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id