Duka dan Derita Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga

    Fajar Nugraha - 07 Januari 2020 16:43 WIB
    Duka dan Derita Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga
    Reynhard Sinaga didakwa tindakan pemerkosaan sebanyak 136 kali. Foto: The Independent/Facebook
    Manchester: Siapa yang menyangka sosok Reynhard Sinaga mampu melakukan tindakan pemerkosaan hingga mencapai sekitar 190 orang. Imbas dari tindakan mengerikan itu pun membekas pada korban.

    Beberapa korban pemerkosaan berbicara di hadapan pengadilan di Manchester, Inggris, memberikan kesaksian mengenai tindak kejahatan yang dilakukan oleh pria berusia 36 tahun itu.

    Pemerkosa berantai itu kini berada di balik jeruji untuk hukuman penjara seumur hidup. Dia didakwa melakukan 136 pemerkosaan, delapan percobaan pemerkosaan dan 14 serangan seksual. Kejadian itu melibatkan 48 korban antara Januari 2015 dan Juli 2017.

    Seluruh 48 korban sudah diberikan pengamanan oleh pihak kepolisian. Kejahatan itu terbongkar setelah korban terakhir yang berusia 18 tahun siuman saat dibius dan memberikan perlawanan terhadap pria lulusan Universitas Indonesia itu.

    Setiap korban yang memberikan kesaksian merasa jijik dengan apa yang mereka alami, meskipun sebagian dari mereka mengaku bisa melupakan kejadian tersebut. Tetapi tidak sedikit juga yang menderita depresi, ketika mengetahui mereka menjadi korban pemerkosaan. Patut diperhatikan bahwa sebagian besar korban adalah pria heteroseksual.

    “(Kejadian) itu menghancurkan saya. Mengapa saya bisa sebodoh itu,” ujar seorang korban melalui pernyataan yang dibacakan di Pengadilan Manchester Crown, seperti dikutip Manchester Evening News, Selasa, 7 Januari 2020.

    “Meninggalkan klub malam dan berakhir di apartemen seseorang yang tak dikenal. Saya tidak pernah seperti itu sebelumnya,” imbuh dia.

    “Saya tidak pantas mengalami kejadian ini. Saya tidak ingin mengingat semuanya,” tuturnya.

    Diwarnai ingatan suram atas kejadian yang dialaminya dengan Reynhard Sinaga, korban menjadi paranoid. Dia bahkan berpikiran untuk bunuh diri dan ‘merasa bersalah’ menjalani hidup.

    Kemudian pada Natal 2018, merupakan hari terburuk baginya ketika seseorang berkomentar mengenai serangan seksual yang dilakukan Reynhard.

    “Saya tidak sadar banyak yang tahu,” ucapnya.

    Malam itu pun, dia melakukan percobaan bunuh diri dan berakhir dalam perawatan di rumah sakit. “Saya ingat, ibu  menangis sepanjang malam. Tidak pernah saya berada pada kondisi buruk seperti itu. Ini adalah dua tahun terburuk dalam hidup saya,” jelasnya.

    Duka dan Derita Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga
    Kamar apartemen Reynhard Sinaga di Manchester, Inggris: Foto Facebook/Independent
     

    Menolak bersosialisasi


    Reynhard menargetkan korban-korban yang dalam kondisi lemah, baik karena mabuk atau tengah mengonsumsi narkotika. Hidup sebagai korban selamat dari kejadian serangan semacam itu membuat mereka makin merasa rapuh.

    “Saya awalnya mau ke tempatnya untuk minum beberapa kali. Tidak pernah terbesit di pikiran saya kalau iblis ini berencana untuk menyerang secara seksual,” ujar seorang korban lain.

    “Ketika polisi menghubungi, tidak pernah menyangka bahwa saya menjadi korban kejahatan seksual. Kemudian pikiran pun melayang ke saat malam itu. Saya tinggal di kota kecil yang setiap orangnya saling mengenal dan khawatir kalau ada yang mengetahui kejadian ini,” sebut korban itu.

    Sejak saat kejadian itu, korban pun berhenti minum dan bersosialisasi serta mengonsumsi obat antidepresi, tetapi semuanya tidak berhasil meredakan masalahnya. “Saya ingin (Reynhard) Sinaga mengakui apa yang dilakukannya,” tegas korban.

    Berat mengaku


    Seorang pria lain yang menjadi korban mengaku kepada kekasihnya dan juga kepada orang tua. Mereka semua menanggapi kasus ini dengan kemarahan. Mengabarkan kejadian ini ke orang tercinta sangat berat bagi korban.

    Sekarang korban merasa sangat gelisah setiap keluar rumah, dan ia pun cenderung menghindari tempat keramaian. Jika pun keluar rumah, korban selalu ingin cepat-cepat pulang. Dia pun masih menerka apa yang sebenarnya terjadi saat itu.

    “Mengingat saya tidak punya ingatan mengenai apa yang terjadi, sedikit membantu. Tetapi saya masih gelisah setiap waktu,” ujarnya.

    Sementara kekasih dari seorang korban yang diperkosa tiga kali, menggambarkan bagaimana kekasihnya berlinang air mata ketika menceritakan serangan itu.

    “Saya harus memegangnya selama berjam-jam dan kami pun terus membicarakannya. Kami tidak tidur malam itu,” tuturnya.

    Perempuan itu menggambarkan bagaimana kekasihnya, jatuh sakit setelah mengetahui pemerkosaan itu. Korban diketahui menderita penyakit usus dan menggunakan stoma (sebuah alat yang dipasang di usus). Akibat pemerkosaan ini, beberapa bagian usus besar pun terpaksa dibuang.

    Kondisi terparah adalah ketika korban mendesak dokter untuk mengoperasi kolon, sebuah prosedur yang bisa menyebabkan impotensi dan kemandulan.

    Duka dan Derita Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga
    Rekaman video keamanan menunjukkan Reynhard mencari mangsa. Foto: Daily Mail


    Dilahirkan di Jambi, di Indonesia, pada 19 Februari 1983, Reynhard tumbuh dalam keluarga Katolik konservatif yang kaya di Sumatra. Keluarganya cukup kaya untuk mengirim putra mereka ke sekolah Internasional dan kemudian ke Inggris untuk mengenyam bangku perkuliahan.

    Pada saat penangkapannya, Sinaga sedang mengerjakan tesis berjudul: 'Seksualitas dan transnasionalisme sehari-hari di pria gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester'.

    Saat pengadilan, Reynhard mengklaim seluruh korban berpura-pura tidur sebagai bagian dari permainan seksnya. Itu sebabnya dia menolak semua tuduhan di pengadilan.

    Mayoritas korban Reynhard diidentifikasi heteroseksual. Sementara hanya ada satu orang yang homoseksual, itupun pelaku tetap membius dan memperkosanya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id