Politikus AntiIslam Belanda Gelar Kontes Karitatur Nabi Muhammad

    Fajar Nugraha - 30 Desember 2019 05:53 WIB
    Politikus AntiIslam Belanda Gelar Kontes Karitatur Nabi Muhammad
    Politikus antiIslam Belanda Geert Wilders. Foto: AFP
    Amsterdam: Anggota parlemen Belanda yang dikenal antiIslam, Geert Wilders mengatakan, membuka kontes karikatur Nabi Muhammad. Namun beberapa jam kemudian mengumumkan mengakhiri acara yang diperdebatkan itu.

    Dalam sebuah tweet yang diposting padaMinggu pagi, Wilders mengatakan bahwa perhatian internasional pada kontes telah memungkinkannya untuk menekankan pentingnya kebebasan berbicara.

    "Misi tercapai. Akhir dari kontes,” tulis Wilders dalam akun Twitternya, seperti dikutip The Star, Senin, 30 Desember2019.

    Bersamaan dengan Tweet itu, Wilders menyertakan karikatur yang dia katakan adalah gambar pemenang. Karikaturt itu menggambarkan seorang pria yang tampak marah dengan janggut.

    Gambar Nabi Muhammad secara tradisional dilarang dalam Islam sebagai penyembah berhala. Karikatur dianggap oleh sebagian besar Muslim sebagai sangat ofensif.

    Wilders membatalkan kontes serupa pada Agustus 2018 lalu setelah polisi menangkap seorang pria yang mengancam akan membunuhnya karena rencananya.

    Pada saat itu, rencana untuk mengadakan kontes juga mendorong demonstrasi besar-besaran di Pakistan dan Wilders mengatakan dia merasa bahaya kekerasan terhadap orang-orang tak berdosa terlalu besar.

    Partai Kebebasan (PVV) yang dipimpin Wilders adalah yang terbesar kedua di parlemen Belanda. Tetapi partai antiIslam itu bukan bagian dari pemerintah.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id