20 Tahun Vladimir Putin di Pentas Global

    Arpan Rahman - 08 Agustus 2019 19:11 WIB
    20 Tahun Vladimir Putin di Pentas Global
    Presiden Rusia Vladimir Putin masih tetap populer di masyarakat. Foto: AFP.
    Moskow: Dua puluh tahun silam pada Jumat, Presiden Rusia Boris Yeltsin menunjuk perdana menteri keempatnya dalam waktu kurang dari 18 bulan: Vladimir Putin. Saat itu, Putin adalah kepala dinas keamanan yang relatif tidak dikenal dengan sedikit pengalaman politik.

    Yeltsin yang tidak lagi menjabat itu mencari-cari pengganti dan hanya sedikit yang bisa meramalkan bahwa dua dekade kemudian Putin masih akan memerintah Rusia, setelah mengambil peran dominan dalam pelbagai urusan dunia.

    Namun perayaan 20 tahun itu muncul saat ketidakpastian di masa pemerintahannya. Peringkat kepuasan Putin tetap pada tingkat yang paling membuat iri para pemimpin Barat. Tetapi itu terpukul karena ekonomi yang macet dan menurunnya standar hidup.

    Sementara itu sebuah gerakan protes di Moskow telah membuat ribuan orang ditangkap dalam beberapa pekan terakhir -- tindakan keras terbesar sejak gelombang demonstrasi menentang Putin kembali timbul di Kremlin pada 2012 setelah kembali bertakhta sebagai perdana menteri.

    Tokoh berusia 66 tahun itu sementara ini menghadapi drama suksesinya sendiri. Kini masa jabatannya yang terakhir menurut konstitusi Rusia, tetapi -- setelah menyingkirkan persaingan dan mengambil kendali sebagian besar media -- tidak ada sosok yang jelas untuk menggantikannya.

    Para analis mengatakan tidak mungkin pemimpin terlama di Rusia sejak Joseph Stalin akan menyerahkan kekuasaan sepenuhnya ketika masa jabatannya saat ini berakhir pada 2024.

    Putin liberal

    Gambarannya sangat berbeda ketika Putin memenangkan pemilihan presiden pertamanya setelah pengunduran diri Yeltsin pada Malam Tahun Baru, 2000.

    "Rusia, meskipun miskin dan bermasalah dengan kriminalitas, masih merupakan negara liberal dan demokratis," kata wartawan terkemuka Nikolai Svanidze, yang sering mewawancarai Putin pada awal jabatannya di Kremlin.

    "Setelah 20 tahun berkuasa, dia tidak dibatasi dengan cara apa pun -- dia praktis seorang sultan," kata Svanidze, dinukil dari AFP, Kamis 8 Agustus 2019.

    Analis politik Konstantin Kalachev mengatakan Putin awalnya seorang liberal yang siap bekerja dengan Barat, tetapi seiring waktu mengambil sikap yang lebih konservatif dan bermusuhan.

    "Sampai pertengahan 2000-an muncul kehidupan politik di negara itu dan pemilihan umum berlangsung kompetitif," kata Kalachev.

    Setelah Revolusi Oranye 2004 di Ukraina, yang diyakini Kremlin didukung oleh pemerintah asing guna mengurangi pengaruh Rusia dalam negeri satelitnya di era Soviet, sikap Putin berubah.

    20 Tahun Vladimir Putin di Pentas Global
    Sosok Putin dikenal tegas. Foto: AFP.


    Sikap mengabaikan Barat meliputi Rusia serta intervensi di Irak, Libya dan di tempat lain lebih lanjut mengecewakan Putin, kata Kalachev kepada AFP.

    "Saya yakin kekecewaannya adalah pemicu dalam evolusi ini" menuju garis yang lebih keras, kata analis.

    Penganut paham liberal di Rusia, bagaimanapun, memiliki kekhawatiran tentang pemimpin mereka sejak awal -- tidak hanya karena latar belakangnya di KGB tetapi juga tindakan kerasnya terhadap separatis Chechnya sebagai perdana menteri.

    Masih banyak pertanyaan terkait serangkaian pemboman mematikan di blok apartemen Rusia, yang dikaitkan dengan separatis tetapi menurut beberapa klaim diletuskan oleh dinas keamanan sebagai pengalih perhatian untuk intervensi militer di Chechnya.

    Respons tegas Putin terhadap krisis mendorong popularitasnya di kalangan masyarakat luas dan membantunya beralih dari penjabat presiden ke pemimpin terpilih, dengan 53 persen suara.

    Dia tetap populer di kalangan sebagian besar masyarakat, yang melihatnya sebagai tokoh yang mengembalikan martabat Rusia setelah jatuhnya USSR yang memalukan dan sebagai jaminan stabilitas setelah perubahan 1990-an.

    Misi sejarah

    Sekarang Putin dan timnya mencari jalan keluar dari Kremlin yang akan memungkinkan mereka mempertahankan pengaruh mereka, kata analis dan komentator media Gregory Bovt.

    Ini mungkin melalui pembentukan lembaga baru dan bukan pengembalian peranan perdana menteri untuk mengatasi batasan masa jabatan konstitusional pada kepresidenan, seperti pada 2008, menurut Bovt.

    "Semacam badan kolektif akan dibuat untuk mengarahkan negara, dan Putin akan selalu menjadi kepala," katanya - sistem yang mirip dengan bekas Soviet Soviet, tempat penguasa jangka panjang Nursultan Nazarbayev mundur tetapi terus mencengkeramkan pengaruh.

    Tetapi jika ini terjadi, Putin kemungkinan akan jauh dari kepemimpinan Rusia. "Dia akan tetap mengawasi negara, tugasnya adalah untuk memenuhi misi historisnya," kata Bovt.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id