Aturan Baru Melarang Warga Inggris Masuk Suriah

    Arpan Rahman - 20 Mei 2019 20:13 WIB
    Aturan Baru Melarang Warga Inggris Masuk Suriah
    Menteri Dalam Negeri Sajid Javid meneken aturan melarang warga Inggris untuk ke Suriah. (Foto: AFP).
    London: Warga negara Inggris akan dilarang memasuki atau menetap di sejumlah kawasan Suriah yang dilanda konflik. Ini penerapan pertama aturan baru yang kontroversial.

    Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid mengungkapkan pada Senin bagaimana ia mengharapkan hukum itu, yang dapat menjadi pelanggaran pidana bila masuk atau tetap berada di "area yang ditunjuk" di luar negeri, supaya berguna.
    Di hadapan para pakar anti-terorisme dan anggota senior komunitas keamanan di London pusat, Javid mengusulkan agar aturan itu digunakan untuk menargetkan Idlib di wilayah barat daya yang dikuasai pemberontak Suriah, di mana pertempuran besar dalam delapan tahun terakhir. Juga bagian timur laut negara itu, wilayah yang dikuasai pasukan Kurdi tetapi pernah dikuasai militan Islamic State (ISIS).

    Seseorang dihukum karena memasuki atau tinggal di sejumlah daerah, yang telah ditunjuk, menghadapi hukuman penjara hingga 10 tahun, denda, atau keduanya. Tindakan itu ditulis dalam Naskah Undang-Undang Anti Terorisme dan Keamanan Perbatasan, yang disahkan menjadi undang-undang bulan lalu.

    Menyinggung masa depan kontra-terorisme, Javid berkata: "Saya telah meminta para pejabat bekerja sama dengan kepolisian dan badan-badan intelijen untuk segera meninjau kembali kasus penggunaan aturan ini dalam kaitannya dengan Suriah, terfokus khusus pada Idlib dan timur laut. Jadi siapa pun yang berada di area ini tanpa alasan yang sah harus dicatat."

    ISIS kehilangan benteng terakhirnya di Suriah pada Maret setelah tekanan oleh Pasukan Demokrat Suriah didukung Amerika Serikat.

    Seseorang yang sudah berada di area yang ditentukan saat penunjukan tidak akan melakukan pelanggaran jika mereka meninggalkan area tersebut dalam waktu satu bulan setelah perintah dibuat.

    Pengecualian lain telah tercantum dalam undang-undang buat melindungi mereka yang memiliki alasan yang sah untuk berada di area yang ditunjuk atau melakukan penelitian daring, seperti jurnalis.

    Namun para juru kampanye untuk kebebasan pers dan pengawas hak asasi manusia telah mengangkat keprihatinan serius tentang undang-undang tersebut.

    Sebuah pernyataan bersama dari sembilan organisasi termasuk Index on Censorship dan Reporters Without Borders tahun lalu memperingatkan kejahatan yang "samar-samar didefinisikan" dari aktivitas negara yang bermusuhan akan memberi penjaga perbatasan kekuatan yang luas untuk menghentikan, memburu, dan menahan orang.

    "Ketika ancaman ini menjadi lebih global, kita semua bergantung pada sistem pertahanan, kepolisian, keamanan, dan intelijen internasional. Jaring pengaman berdasarkan kerjasama dan persatuan," kilah Javid.

    "Struktur-struktur ini bergantung pada negara-negara yang bebas dan demokratis untuk mengumpulkan informasi, mengoordinasikan tindakan penegakan hukum dan menyerahkan tersangka penjahat lintas batas," cetusnya, disiarkan dari laman Guardian, Senin 20 Mei 2019.

    Javid juga akan menyinggung pekerjaan yang dilakukan untuk menghentikan orang yang bepergian ke luar negeri guna bergabung dengan organisasi teroris: "Polisi dan layanan keamanan telah bekerja tanpa lelah untuk mengidentifikasi mereka yang ingin bepergian ke luar
    negeri dan bergabung dengan Daesh (ISIS)," serunya.

    Lebih dari 900 individu "menjadi perhatian keamanan nasional" dari Inggris telah menempuh perjalanan untuk ambil bagian dalam konflik di Suriah, menurut perkiraan Kemendagri Inggris. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen telah terbunuh di luar negeri dan sekitar 40 persen sudah kembali ke Inggris.

    Angka yang diungkapkan di Parlemen awal tahun ini menunjukkan hanya sekitar 10 persen dari pengungsi yang kembali telah dituntut atas "tindakan langsung" di Suriah. Kendati pemerintah mengatakan sebagian besar dari mereka yang telah kembali dinilai tidak lagi menjadi perhatian keamanan nasional.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id