Insiden Alquran Dibakar, Dubes RI Temui Kemenlu Norwegia

    Marcheilla Ariesta - 26 November 2019 15:31 WIB
    Insiden Alquran Dibakar, Dubes RI Temui Kemenlu Norwegia
    Ilustrasi Norwegia. (Foto: Dok. KBRI Oslo).
    Oslo: Insiden pembakaran Alquran yang terjadi di Kota Kristiansand, Norwegia, yang dilakukan kelompok Setop Islamisasi di Norwegia (SIAN), mendapat banyak kecaman. Duta Besar RI Todung Mulya Lubis sampai menemui Kementerian Luar Negeri Norwegia untuk meminta kejelasan insiden tersebut.

    "Kami sangat prihatin atas insiden tersebut. Pembakaran Alquran sangat melukai perasaan masyarakat Muslim, tidak hanya di Norwegia, tetap juga di seluruh dunia," kata Todung, dikutip dari pernyataan KBRI Oslo yang diterima Medcom.id, Selasa 26 November 2019.

    Dia mengatakan aksi pembakaran Alquran tersebut berpotensi menimbulkan konflik. Tak hanya itu, insiden ini juga mencederai nilai-nilai perdamaian yang berdasarkan toleransi dan kebebasan beragama.

    "Kami mendorong Pemerintah Norwegia mengusut insiden tersebut dan memberikan keadilan bagi semua pihak. Kami juga berharap agar merebaknya Islamofobia bisa dihilangkan karena kebebasan beragama adalah hak asasi yang dimiliki semua warga," imbuhnya.

    Untuk menjaga perdamaian dan toleransi antarumat beragama, KBRI Oslo telah beberapa kali mengadakan kegiatan bersama dengan berbagai pemangku kepentingan di Norwegia. Bahkan, pada Oktober dan November 2019, KBRI Oslo dengan Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Agama dan Dialog HAM.

    Dalam pernyataan itu, KBRI Oslo juga menyampaikan imbauan kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Norwegia untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. "Serta mengikuti imbauan aparat hukum setempat," tegas KBRI Oslo.

    WNI juga diharapkan selalu membawa identitas diri saat bepergian dan menghindari kerumunan yang dirasa mencurigakan. WNI juga diminta untuk menghubungi KBRI Oslo dalam keadaan darurat.

    Insiden pembakaran Alquran ini dilakukan oleh gerakan Setop Islamisasi di Norwegia atau yang dikenal dengan sebutan SIAN. Dalam unjuk rasa di Kristiansand, Norwegia pada Sabtu 16 November lalu, kelompok ini membakar Alquran dan melontarkan hinaan terhadap Nabi Muhammad.

    Pemimpin Serikat Muslim Adger, Akmal Ali mengatakan, komunitas Muslim melihat tindakan kelompok SIAN sebagai kejahatan rasial. Menurutnya, para pedemo itu keterlaluan karena membakar dua salinan Alquran yang dibuang ke tong sampah.

    Satu salinan Alquran bahkan dibakar oleh pemimpin organisasi tersebut, Lars Thorsen.

    Para anggota SIAN mengecam Islam yang mereka sebut 'fasis' dan agama kekerasan. Mereka juga menghina Nabi Muhammad dengan sebutan 'pedofil'.

    Polisi Norwegia menegaskan SIAN tidak mendapat izin untuk membakar Alquran. Karenanya, polisi melakukan intervensi untuk menghentikan tindakan keterlaluan tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id