Mantan Presiden Prancis Meninggal di Usia 86

    Medcom - 28 September 2019 16:02 WIB
    Mantan Presiden Prancis Meninggal di Usia 86
    Mantan Presiden Prancis Jacques Chirac dikenal sebagai politikus tangguh yang sangat mencintai Prancis. (Foto: POOL/AFP/File / PATRICK KOVARIK
    Paris: Jacques Chirac, mantan presiden Prancis yang sempat menjadi tokoh kolosal di dunia perpolitikan negara tersebut selama tiga dekade, meninggal di usia 86 tahun pada Kamis 26 September.

    Diakui sebagai politikus kuat oleh banyak orang -- bahkan para rivalnya -- Chirac mulai dikenal publik saat menjadi wali kota Paris dan perdana menteri. Ia kemudian menjadi presiden Prancis dari tahun 1995 hingga 2007.

    Para pendukung dan tokoh oposisi bersama-sama mengenang kepergian Chirac. Dilansir dari AFP, Jumat 27 September 2019, sejumlah pemimpin dunia termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Chirac sebagai negarawan handal.

    "Presiden Jacques Chirac meninggal pagi ini dalam damai dengan dikelilingi sanak keluarga tercinta," kata anak menantunya, Frederic Salat-Baroux. Chirac meninggal akibat sejumlah penyakit serius dan juga faktor usia tua.

    Saat menjadi presiden di Elysee Palace, Chirac membuat Prancis mengadopsi mata uang tunggal euro. Dalam hubungannya dengan Amerika Serikat, ia dengan keras menentang invasi Washington ke Irak pada 2003.

    Dikenal sebagai sosok pantang menyerah, ia bangkit dari kekalahan di pemilihan umum presiden 1981 dan 1988, untuk kemudian meraih tahta Elysee di tahun 1995.

    Warisannya terhadap kemakmuran Prancis dibayang-bayangi dugaan kasus korupsi saat dirinya masih menjadi wali kota Paris. Namun kasus tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap basis pendukungnya.

    Sejumlah kritik menilai Chirac sebenarnya tidak terlalu banyak mendapat pencapaian, dan hanya berusaha bertahan di posisi puncak ketimbang membuat perubahan berarti di Prancis.

    "Dia telah terlibat dalam peperangan politik selama 40 tahun. Namun warisannya sangatlah sedikit, karena sepanjang kariernya hanya dihabiskan seputar ambisi meraih kekuasaan dan menjaganya," sebut situs sayap kiri Mediapart.

    Masa jabatan 12 tahun Chirac di Elysee Palace menjadikannya presiden pascaperang terlama kedua setelah Francois Mitterand. "Jacques Chirac adalah bagian dari sejarah Prancis," ucap juru bicara parlemen Richard Ferrand yang berasal dari partai Presiden Emmanuel Macron.

    Saat kabar kematian Chirac muncul, Majelis Nasional dan Senat Prancis sama-sama mengheningkan cipta selama satu menit.

    Penulis: Fitri Nur Rizkyani



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id