Usai Ledakan Arkhangelsk, Rusia Tepis Sebaran Radiasi

    Arpan Rahman - 23 Agustus 2019 17:09 WIB
    Usai Ledakan Arkhangelsk, Rusia Tepis Sebaran Radiasi
    Tim pemadam di lokasi ledakan di Nyonoksa, Arkhangelsk, Rusia. Foto: AFP.
    Moskow: Para dokter yang merawat sejumlah korban ledakan uji militer menuduh pihak berwenang Rusia secara tidak sengaja terpapar mereka pada radiasi. Otoritas kemudian memaksa mereka untuk tetap bungkam.

    Baca juga: Ledakan Tewaskan Lima Korban, AS Salahkan Tes Rudal Rusia.

    Staf dari rumah sakit regional Arkhangelsk awalnya tidak diberitahu bahwa mereka merawat pasien yang diradiasi. Lagi pula tindakan perlindungan tidak diambil sampai hari berikutnya, kata mereka kepada media Rusia pekan ini.

    Dalam beberapa kasus, staf mengatakan bahwa mereka diberi tahu secara keliru ihwal pasien telah didekontaminasi.

    Salah seorang dokter kemudian ditemukan terpapar isotop Cesium-137 di jaringan ototnya. Dia diberitahu bahwa dia pasti makan terlalu banyak "kepiting Fukushima" selama perjalanan ke Thailand, rekannya mengatakan kepada media Meduza.

    Pasien lain di rumah sakit mungkin juga sudah terpapar, seorang dokter juga mengatakan kepada Meduza, berbicara secara anonim.

    "Kami hanya ingin tidak terkontaminasi dan tidak mati, setidaknya itu dapat dihindari dengan mudah," katanya. "Tidak ada kata yang pernah disebut-sebut tentang ini," cetusnya, dirilis dari Telegraph, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Agen keamanan FSB dilaporkan menekan staf buat menandatangani perjanjian kerahasiaan.

    Tingkat radiasi melonjak bulan ini di wilayah Arkhangelsk utara setelah sebuah mesin meledak di lokasi pengujian rudal di dekat kota Nyonoksa. Akibatnya menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai enam orang dalam kecelakaan yang masih diselimuti misteri.

    Ditanya pada Kamis apakah negara berusaha menekan informasi tentang kecelakaan itu, juru bicara Vladimir Putin, Dmitry Peskov, berdebat dengan wartawan. Ia mengklaim bahwa "seseorang ingin dengan sengaja mengobarkan liputan media, mengubah realitas, dan menyajikan situasi seolah-olah ada implikasi bahaya".

    Jika dokter dibuat untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan, ia menambahkan, mereka harus "memenuhi kewajiban mereka" dan tidak berbicara kepada pers secara anonim.

    "Putin diberi informasi kongkret berdasarkan bacaan dari instrumen, berdasarkan penilaian situasi di lapangan, yang benar-benar profesional. Dan tidak ada alasan untuk tidak mempercayai informasi ini,” kata Peskov.

    Kementerian Pertahanan Rusia awalnya melaporkan bahwa dua orang telah terbunuh ketika "sistem propulsi reaktif berbahan bakar cair" meledak. Tetapi badan nuklir negara kemudian mengatakan lima karyawannya tewas.

    Militer juga membantah bahwa radiasi sudah meningkat, tetapi pihak berwenang sipil mengatakan tingkat partikel gamma di kota militer terdekat Severodvinsk telah lebih dari tiga kali lipat dari batas aman selama setengah jam sesudah kecelakaan.

    Para aktivis menyerukan pengujian lebih lanjut di Nyonoksa sendiri dan pengukuran partikel alfa dan beta.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id