RI Dianggap Sebagai Mitra Strategis Hannover Messe 2020

    Willy Haryono - 13 Februari 2020 09:32 WIB
    RI Dianggap Sebagai Mitra Strategis Hannover Messe 2020
    Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, memberikan keterangan dalam Press Preview Hannover Messe 2020 di Hannover, Rabu 12 Februari 2020. (Foto: KBRI Berlin)
    Hannover: Dua bulan menjelang penyelenggaraan Hannover Messe 2020, CEO perusahaan Deutche Messe AG (DMAG), Dr. Jochen Koeckler, meyakini bahwa Indonesia merupakan negara mitra strategis dalam pameran industri terbesar di dunia itu. Ia mengaku senang akan keberadaan Indonesia sebagai negara mitra Hannover Messe 2020. 

    Menurutnya, perkembangan industri dan inovasi Indonesia dalam satu dekade terakhir begitu pesat dan impresif. Indonesia juga merupakan negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia, anggota G-20, ekonomi terbesar di ASEAN, dan juga ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

    Hal tersebut disampaikan Dr. Koeckler di hadapan sekitar 180 media Jerman, Eropa, Indonesia dan internasional dalam acara Press Preview Hannover Messe 2020, Rabu 12 Februari 2020. Bertempat di New York Room, Hall 19, Hannover Fair Ground, Press Preview merupakan forum publikasi bagi media tentang tema besar serta inovasi-inovasi baru yang akan ditampilkan 20-24 April mendatang.

    "Kami sangat termotivasi dengan Indonesia yang merupakan negara mitra kami. Indonesia akan menunjukkan sesuatu yang fantastis di Hannover Messe," jelas Koeckler, dalam keterangan tertulis KBRI Berlin yang diterima Medcom.id, Kamis 13 Januari 2020. Ia juga mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Indonesia dalam transformasi menuju Industri 4,0.

    RI Dianggap Sebagai Mitra Strategis Hannover Messe 2020
    CEO Deutche Messe AG (DMAG), Dr. Jochen Koeckler. (Foto: KBRI Berlin) 

    Melanjutkan sambutan Koeckler, Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, mengelaborasi tentang Indonesia secara komprehensif, mulai dari aspek geopolitik,  kompleksitas dan keberagaman, serta perkembangan ekonomi dan politik terakhir di Indonesia. 

    Dubes Oegroseno juga menjelaskan mengenai perkembangan digital ekonomi Indonesia yang tidak banyak diketahui di Eropa. Selain itu, ia juga menyampaikan apa yang diharapkan Indonesia selaku negara mitra Hannover Messe 2020 serta makna tagline "Making Indonesia 4.0: Connect to Accelerate" pada Hannover Messe.

    "Saat ini, Indonesia sudah mendominasi kekuatan digital ekonomi di Asia Tenggara. Nilai digital ekonomi kita akan berkembang menjadi USD300 miliar (setara Rp4.100 triliun) dari USD100 miliar (Rp1.367 triliun)," jelas Dubes Oegroseno.

    Dominasi ekonomi digital Indonesia di Asia Tenggara merupakan manifestasi talenta anak bangsa, besarnya pasar Tanah Air, serta tingginya penggunaan internet dan konektivitas yang semakin baik. Indonesia mendominasi e-commerce, ride hailing, media online dan travel online di kawasan Asia Tenggara.

    Kekuatan ini menunjukkan bahwa Indonesia menguasai salah satu aspek industri 4.0, yaitu internet of things. Hal ini sangat strategis dalam perkembangan digitalisasi industri.

    Dubes Oegroseno juga menyebutkan bahwa menuju 100 tahun Indonesia pada 2045, RI memiliki dua skenario untuk pertumbuhan ekonominya, yaitu baseline dan high scenario. Dengan skenario baseline (standar), Indonesia akan menempati posisi ke-8 Produk Domestik Bruto (GDP) terbesar di dunia, yaitu sebesar USD19.794 (Rp270 juta) GDP per kapita. Sementara dengan skenario tinggi, Indonesia akan menempati ranking ke-7 GDP terbesar di dunia, dengan nilai GDP per kapita sebesar USD23.199 (Rp317 juta)

    Pada kedua skenario, setidaknya terdapat tiga pemicu yang akan menjadi fokus Indonesia, yaitu industrialisasi, digital ekonomi dan produk bernilai tinggi. Ketiga pemicu tersebut dirancang secara ketat memperhatikan aspek kesinambungan dan ramah lingkungan. 

    "Kita juga sudah memulai pembahasan kerja sama dengan pihak Jerman terkait green infrastructure investment, yang akan mendorong industrialisasi di Indonesia disertai dengan komitmen yang tinggi terkait aspek kesinambungan dan lingkungan," jelas Dubes Oegroseno.

    Industri 4,0 merupakan instrumen penting bagi Indonesia dalam proses industrialisasi. Peta jalan menuju teknologi 4,0 sudah disahkan oleh Pemerintah Indonesia. Indonesia saat ini menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang memiliki lighthouse site dengan penerapan teknologi 4,0. 

    Partisipasi Indonesia di perhelatan pameran industri terbesar nanti akan berada pada tingkat yang tinggi. Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dan membuka Hannover Messe 2020 bersama Kanselir Jerman Angela Merkel. 

    Terkait target yang ingin diraih Indonesia sebagai negara mitra Hannover Messe 2020, Dubes Oegroseno menyebutkan lima hal, yaitu pemahaman dunia tentang capaian Indonesia di bidang industri 4,0 yang ada saat ini; mengajak kemitraan berbasis teknologi, investasi dan peningkatan kapasitas; memperkenalkan ekosistem start-up Indonesia yang akan mendorong industri 4.0,; perluasan pasar Indonesia di Jerman dan Uni Eropa; dan meyakinkan bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis.

    Sekitar 150 peserta pameran dari Indonesia akan ikut berpartisipasi pada Hannover Messe 2020. Di samping itu juga akan hadir sekitar 23 start-up dari Indonesia. 

    Indonesia juga akan mempresentasikan mengenai kebijakan dan roadmap serta bagaimana industri global dapat bekerja sama dengan RI untuk memperkuat dan mempercepat pencapaian target ekonomi nasional. 



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id