inggris  

Warganya Tewas Karena Racun Saraf, Inggris Salahkan Rusia

Marcheilla Ariesta - 10 Juli 2018 06:00 wib
Tempat Dawn Sturgess ditemukan kritis dekat lokasi penyerangan
Tempat Dawn Sturgess ditemukan kritis dekat lokasi penyerangan Sergei Skripal. (Foto: AFP).

London: Menteri Pertahanan Inggris mengatakan Rusia bersalah atas tewasnya seorang tunawisma yang terpapar racun saraf Novichok.

"Kenyataan sederhananya adalah Rusia telah melakukan serangan di tanah Inggris dan menyaksikan kematian seorang warga negara Inggris," ucap Menteri Pertahanan Gavin Williamson di parlemen, seperti dilansir dari laman AFP, Selasa 10 Juli 2018.

Dia berharap masyarakat internasional setuju dengan Inggris, mengecam apa yang dilakukan Rusia.

Meski demikian, Kremlin mengatakan tudingan tersebut tidak masuk akal. "Rusia sangat prihatin dengan munculnya zat beracun di wilayah Inggris yang tidak hanya berbahaya bagi warga Inggris, tapi semua orang Eropa," kata juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov.

Menurut dia, Rusia tidak mungkin terlibat dalam kasus kematian Dawn Sturgess, wanita tunawisma yang tewas karena terpapar racun saraf.

Seorang wanita berusia 44 tahun ditemukan tak bernyawa di Amesbury, Inggris, tepatnya beberapa kilometer dari lokasi mantan agen mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan pingsan, empat bulan lalu.

Wanita bernama Dawn Sturgess dan seorang pria setempat bernama Charlie Rowley, 45, sakit setelah menangani benda yang diduga terkontaminasi zat Novichok, pekan lalu. Zat yang sama yang meracuni Skripal.

Saat ini, Rowley masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Polisi menyebutkan, uji sampel dari Sturgess dan Rowley menunjukkan mereka terpapar Novichok setelah menyentuh sebuah benda yang terkontaminasi agen saraf tersebut. 

Novichok adalah zat saraf jenis militer yang dikembangkan Uni Soviet selama Perang Dingin dan saat ini sudah dilarang di negara manapun.


(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.