Belum Ada Terobosan di KTT Iklim COP25

    Arpan Rahman - 15 Desember 2019 15:08 WIB
    Belum Ada Terobosan di KTT Iklim COP25
    Sekelompok aktivis membawa pupuk kandang di luar area KTT Iklim COP25 di Madrid, Spanyol, Sabtu 14 Desember 2019. (Foto: Óscar del Pozo/AFP via Getty Images)
    Madrid: Diskusi masalah iklim dalam konferensi global di Madrid, Spanyol, berlanjut hingga Minggu 15 Desember 2019. Padahal, konferensi bernama COP25 ini seharusnya sudah berakhir pada Jumat 13 Desember.

    Pembicaraan terus berlanjut tanpa ada resolusi berarti mengenai cara mengimplementasikan Perjanjian Iklim Paris yang telah dibuat pada 2015 dan berlaku efektif satu tahun setelahnya. Sejumlah aktivis pesimistis COP25 ini tidak akan menghasilkan apa-apa.

    Dalam sebuah pertemuan di sela-sela COP25, aktivis Hindou Oumarou Ibrahim dari Chad menyerukan semua pihak untuk benar-benar serius menanggapi isu lingkungan.

    "Darurat iklim sedang terjadi saat ini. Kita harus bertindak saat ini juga," lanjutnya, dinukil dari Guardian.

    Aktivis yang tidak menghadiri COP25 juga mengekspresikan kekecewaan mereka. Satu kelompok aktivis membuang pupuk kandang sebagai bentuk protes di luar lokasi acara COP25.

    Sejumlah negara termasuk Brasil, Amerika Serikat, India dan Tiongkok dianggap para aktivis sebagai penyebab mandeknya negosiasi COP25.

    Grup 31 negara yang dipimpin Costa Rika mencoba membuat terobosan dengan merilis serangkaian dokumen prinsip-prinsop mengenai perubahan iklim. Puluhan negara itu mengaku yakin mampu membatasi penaikan suhu global di kisaran 1,5 derajat Celcius.

    Belum ada terobosan berarti yang berpotensi diadopsi dalam KTT iklim tahun ini. Namun sejumlah pengamat berharap dapat melihat adanya semangat kerja sama serta kesediaan untuk mengimplementasikan Perjanjian Iklim Paris, atau komitmen membatasi penaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius.

    KTT iklim berikutnya akan digelar di Glasgow, Skotlandia, pada November 2020. Negara-negara dunia akan kembali berkumpul untuk memperkuat komitmen mereka dapat memangkas emisi karbon yang diatur di bawah Perjanjian Iklim Paris.

    Jika komitmen terhadap Perjanjian Iklim Paris terus berlanjut di level seperti saat ini, sejumlah studi memprediksi suhu global akan naik 3 derajat Celcius. Angka tersebut melampaui batas aman yang disebutkan dalam Perjanjian Iklim Paris.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id