Perahu Karet AL Rusia Tenggelam Diserang Walrus

    Arpan Rahman - 26 September 2019 18:29 WIB
    Perahu Karet AL Rusia Tenggelam Diserang Walrus
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Artik: Sebuah perahu angkatan laut Rusia diserang dan kemungkinan ditenggelamkan oleh seekor anjing laut selama ekspedisi ilmiah di Kutub Utara.

    Para pelaut dari Armada Utara ambil bagian dalam misi bersama dengan Masyarakat Geografi Rusia di Franz Josef Land, sebuah kepulauan yang hanya 900 km selatan Kutub Utara di Samudera Arktik yang dikuasai Rusia.

    Ketika satu kelompok ekspedisi mencoba mendarat di Cape Heller di wilayah itu dengan perahu karet, mereka diserang oleh seekor anjing laut betina.

    "Walrus mungkin mengkhawatirkan anaknya dan menyerang perahu karet," kata sebuah pernyataan oleh Geographical Society.

    "Perahu itu tenggelam, tetapi sebuah tragedi dihindari karena tindakan cepat oleh pemimpin pasukan. Semua peserta pendaratan dengan selamat mencapai pantai," tuturnya, disiarkan dari Independent, Rabu 25 September 2019.

    AL Rusia mengeluarkan pembaruan, yang mengkonfirmasi serangan walrus tetapi tidak membuat referensi ke perahu yang tenggelam.

    "Selama pendaratan di Cape Heller, sekelompok peneliti harus melarikan diri dari walrus betina, yang melindungi anak-anaknya, menyerang kapal ekspedisi," kata Layanan Pers Armada Utara.

    "Masalah serius dihindari karena tindakan terkoordinasi dengan baik dari prajurit Armada Utara, yang mampu mengambil perahu dari binatang tanpa membahayakan mereka," cetusnya.

    Ekspedisi ini mencoba menelusuri kembali langkah-langkah penjelajah kutub dari lebih dari seabad lalu, yang pertama kali mencoba memetakan kepulauan yang sunyi dan membeku.
    Masyarakat Rusia Geographical Society mengatakan serangan walrus menggarisbawahi betapa berbahayanya kawasan itu bagi manusia.

    Selain menghindari binatang liar, para penjelajah juga harus menghindari badai dan bertahan hidup dalam suhu yang sangat rendah.

    Sebagian besar Franz Josef Land berada di bawah gletser dan dari Oktober hingga Februari mengalami malam kutub sepanjang 128 hari. Suhu bisa mencapai serendah -40 derajat selama musim dingin.

    Masyarakat Geografi Rusia mengatakan "angin utara yang tersisa" telah mendorong lebih banyak es ke pantai kepulauan dan banyak gunung es kini muncul di selat sempit di antara pulau-pulau, membuat berlayar lebih sulit.

    Kapal angkatan laut utama Rusia, Altai menyelamatkan kapal tunda dari mana perahu karet yang diserang oleh walrus itu berangkat, tetap di Kutub Utara bersama para ilmuwan dan pelaut saat mereka melanjutkan ekspedisi.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id