Tujuh Warga Inggris Tewas di Ethiopia, PM May Berduka

    Arpan Rahman - 11 Maret 2019 16:06 WIB
    Tujuh Warga Inggris Tewas di Ethiopia, PM May Berduka
    PM Inggris Theresa May di Maidenhead, 10 Maret 2019. (Foto: AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS)
    London: Perdana Menteri Theresa May mengaku "sangat sedih" setelah mendengar 157 orang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat maskapai Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu, Ethiopia, pada 10 Maret lalu. Perasaannya kian hancur usai mendengar dari 157 orang, tujuh di antaranya adalah warga negara Inggris.

    Kementerian Luar Negeri di London mengonfirmasi sedikitnya tujuh warga Inggris tewas dalam kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan ET302 itu. Ethiopian Airlines juga menyebut ada satu warga Irlandia yang menjadi korban.

    "Saya sangat sedih saat mendengar banyaknya orang yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan pesawat di Ethiopia," ungkap pernyataan PM May di Twitter, seperti disitat dari laman Evening Standard, Minggu 10 Maret 2019.

    "Di masa-masa sulit seperti saat ini, saya berbelasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban serta sahabat para warga Inggris yang ada di dalam pesawat dan semua orang yang terkena imbas dari tragedi ini," lanjutnya.

    Pesawat tersebut jatuh enam menit usai lepas landas dari bandara Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya, pada Minggu 10 Maret 2019. Menara pengawas kehilangan kontak dengan Boeing 737 Max 8 itu pada pukul 08.44 waktu Ethiopia.

    Ethiopian Airlines mengatakan penumpang pesawat ET302 berasal dari 35 negara. Sebagian besar korban adalah warga negara Kenya.

    Korban tewas lainnya berasal dari Italia, Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Tiongkok, Mesir, Jerman, Slovakia, India, Indonesia dan lainnya. Dari Indonesia, korban diketahui adalah seorang wanita yang bekerja untuk World Food Programme (WFP), salah satu organisasi terafiliasi PBB.

    Dalam pernyataan Kepala WFP David Beasley, dikonfirmasi tujuh staf tewas dalam kecelakaan di Ethiopia. Tercantum dari daftar staf adalah seorang WNI bernama Harina Hafitz, staf WFP yang ditugaskan di Roma, Italia.

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Roma telah mengonfirmasi adanya satu WNI dalam kecelakaan Ethiopian Airlines. WNI tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dan tinggal di Italia.

    Duta Besar Indonesia untuk Italia Esti Handayani telah bertemu dengan keluarga korban dan menyampaikan duka cita mendalam.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id