Polisi Prancis Bentrok Lawan Sipir di Penjara Terbesar Eropa

    Arpan Rahman - 20 Januari 2018 15:43 WIB
    Polisi Prancis Bentrok Lawan Sipir di Penjara Terbesar Eropa
    Penjara Borgo di Prancis dilanda bentrokan antar aparat (Foto: AFP).



    Paris: Polisi Prancis telah bentrok dengan penjaga penjara di rumah tahanan terbesar di Eropa pada hari keempat pemogokan di seluruh negeri atas masalah keamanan.
     
    Petugas melepaskan gas air mata saat baku hantam pecah di Penjara Fleury-Merogis, selatan Paris. Di sana, sipir menggelar protes setelah serangkaian serangan yang menimpa staf.
     
    Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berjanji menyusun rencana nasional penjara demi meredakan kekhawatiran, pada akhir Februari.
     
    Serangan yang dipicu protes para sipir sudah menyoroti masalah keamanan dan radikalisasi dalam penjara Prancis yang sering penuh sesak.
     
    Pecahnya kekerasan terbaru, dua sipir diserang oleh empat narapidana di Penjara Borgo di Corsica. Para penjaga dibawa ke rumah sakit dengan kondisi yang serius dan empat narapidana ditangkap setelah polisi diterjunkan untuk mengamankan penjara, siaran resmi penjara mengatakan.
     
    Di luar pintu masuk ke penjara Fleury-Merogis, yang dihuni lebih dari 4.300 narapidana, sekitar 150 penjaga membangun barikade membakar ban dan palet kayu untuk mencegah rekan-rekan mereka pergi bekerja.
     
    Satuan polisi antihuru-hara CRS menerobos garis piket, meletupkan gas air mata guna membubarkan para demonstran. Lantas mengizinkan staf lainnya masuk penjara, sementara sipir mogok berada di belakang barikade.
     
    "CRS dikenai tuntutan dan menembak gas air mata ke arah kami, tapi kami mencoba untuk melawan," kata sipir berusia 28 tahun, bernama Sacha kepada AFP.
     
    Pada Kamis 18 Januari 2018, sekitar 120 orang tahanan menolak kembali ke sel mereka setelah tengah hari mereka berjemur di halaman. Mereka sudah dimasukkan kembali ke sel dengan bantuan dari tim terlatih khusus intervensi, penjara Layanan Urusan Penjara Prancis berkata.
     
    Enam narapidana yang diduga telah menyebarkan protes dikirim ke blok hukuman, sumber petugas penjara mengatakan.
     
    Kendati pembicaraan untuk menyelesaikan protes dan janji oleh Macron menguraikan rencana perombakan penjara Prancis, Serikat pekerja memutuskan untuk melanjutkan aksi.
     
    Pemogokan dimulai pada 11 Januari menyusul narapidana Jerman, mantan militan terkemuka al-Qaida, menyerang tiga penjaga dengan gunting dan pisau cukur di penjara berkeamanan tinggi di utara Perancis.
     
    "Pada Kamis, penjaga di fasilitas itu lebih dari 123 dimobilisasi," UFAP-UNSA dan Serikat pekerja CGT menuturkan seperti dikutip Guardian, Sabtu 20 Januari 2018.
     
    Angka-angka yang disodorkan administrasi penjara menyebutkan, 87 dari 188 fasilitas penahanan negara telah terpengaruh oleh pemogokan.
     
    Sebuah pernyataan pekan ini, Pasukan Ouvriere, salah satu serikat pekerja yang terlibat dalam pemogokan, mengatakan dua-pertiga dari penjara Perancis telah terpukul oleh aksi industrial ini.
     
    Staf penjara memprotes terhadap 'tidak adanya pertimbangan untuk personel' dan absennya peralatan, terutama material keamanan dalam LP yang mapan.
     
    Pejabat serikat mengadakan pembicaraan dengan Departemen Kehakiman Prancis atas pengaduan sejak lama mengenai upah yang rendah, kurangnya staf, dan padatnya penjara.
     
    Para sipir memperingatkan bahwa keselamatan mereka berisiko sesudah beberapa serangan oleh tahanan terkait dengan ekstremis Islamis atau di bawah pengawasan karena risiko radikalisasi.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id