Greenland Tak Dijual, Trump Buka Konsulat AS

    Arpan Rahman - 25 Agustus 2019 19:15 WIB
    Greenland Tak Dijual, Trump Buka Konsulat AS
    Pemerintahan Presiden AS Donald Trump berenana buka kembali Konsulat Jenderal AS di Greenland. Foto: AFP.
    Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan akan membuka kembali konsulatnya di Greenland untuk kali pertama dalam beberapa dekade. Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah penolakan Denmark untuk menjual wilayah tersebut memicu kemarahan Presiden Donald Trump.

    Trump membatalkan kunjungan kenegaraan ke Denmark dan menyebut Perdana Menteri Mette Frederiksen "jahat" karena mengatakan kepadanya bahwa niat untuk membeli Greenland "tidak masuk akal".

    Namun Kementerian Luar Negeri AS sekarang mengatakan ingin membangun kembali konsulat di Nuuk, ibu kota wilayah semi-otonom.

    AS membuka konsulat di Greenland pada 1940 sebagai tanggapan atas pendudukan Nazi di Denmark, tetapi ditutup pada 1953.

    Lewat sepucuk surat yang dikirim ke Kongres, Kemenlu AS mengatakan bahwa AS memiliki "kepentingan strategis dalam meningkatkan hubungan politik, ekonomi, dan komersial di seluruh wilayah Kutub Utara".

    Dikatakan, kehadiran permanen AS akan memungkinkan untuk "melindungi ekuitas penting di Greenland sambil mengembangkan hubungan yang lebih mendalam dengan pejabat dan masyarakat Greenland". Sembari mengatakan konsulat akan menjadi "komponen penting dari upaya kami untuk meningkatkan kehadiran AS di Arktik dan akan melayani sebagai landasan yang efektif demi memajukan kepentingan AS di Greenland".

    Disiarkan dari Independent, Minggu 25 Agustus 2019, misi baru akan dibuka tahun depan dengan tujuh staf. Trump bereaksi dengan marah setelah usulnya untuk membeli Greenland ditolak.

    Dia mengejutkan Denmark dengan berkata bahwa dia urung melakukan kunjungan kenegaraan yang direncanakan. Seraya mengeluh bahwa tanggapan perdana menteri tidak cukup hormat -- klaim mengejutkan itu diberikan oleh Presiden yang secara rutin berbicara soal persekongkolan melawan sekutu.

    Dia berkata kepada wartawan: "Saya pikir pernyataan perdana menteri tidak menyenangkan. Itu bukan cara yang baik untuk melakukannya. Dia bisa saja mengatakan 'tidak, kami lebih suka tidak melakukannya', mereka tidak bisa mengatakan 'betapa absurdnya'."

    Greenland akan menjadi akuisisi strategis yang berharga bagi AS, khususnya terkait dengan kekhawatiran ekspansi Rusia ke wilayah Kutub Utara.

    Pada 1991 terungkap bahwa Harry S Truman, presiden AS antara 1945 dan 1953, diam-diam menawarkan untuk membeli Greenland, kendati dia juga ditolak.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id