Kandidat Perdana Menteri Inggris Makin Mengerucut

    Fajar Nugraha - 14 Juni 2019 19:11 WIB
    Kandidat Perdana Menteri Inggris Makin Mengerucut
    Mantan Menteri Luar Negeri Boris Johnson menduduki suara terbanyak dalam perlombaan menuju kursi PM Inggris. (Foto: AFP).
    London: Nama kandidat yang berlomba untuk menjadi Perdana Menteri Inggris terus mengerucut. Dari 10 kandidat sebelumnya, kini menjadi enam tokoh.

    Jumlah kandidat terus berkurang ketika Menteri Kesehatan Matt Hancock memutuskan mengunduran diri pada Jumat, 14 Juni 2019.

    Baca juga: Sepuluh Kandidat Dicalonkan di Bursa Pergantian PM Inggris.

    Pria berusia 40 tahun itu menarik diri dengan mengatakan bahwa ia tidak dalam posisi untuk menang setelah pemilihan putaran pertama Kamis.  Hancock selama ini dikenal menentang Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan.

    "Saya telah memutuskan untuk mundur dari perlombaan dan mencari tahu cara terbaik untuk memajukan nilai-nilai yang sangat saya pedulikan," kata Hancock kepada surat kabar London Evening Standard, seperti dikutip AFP, Jumat, 14 Juni 2019.

    "Jelas bahwa saya tidak bisa menang dari sini," katanya, setelah menerima 20 suara atau kurang tiga suara dari batas minimun yang dibutuhkan untuk tetap bersaing dalam pemilihan ini.

    Mantan Menteri Luar Negeri Boris Johnson menduduki suara terbanyak dari anggota parlemen Konservatif secara telak. Dia memenangkan 114 dari 313 suara yang tersedia.

    Hancock berada di urutan keenam dari tujuh untuk lolos ke pemilihan putaran kedua pada Selasa depan, ketika setidaknya satu calon lagi akan keluar. Hancock adalah salah satu bintang partai tengah-kanan yang sedang naik daun, seorang moderat yang secara luas dipandang kompeten dalam pekerjaannya dan mahir dengan media.

    "Saya akan berbicara dengan semua kandidat lain dan mempertimbangkan sebaik apa saya bisa memajukan nilai-nilai yang sangat saya pedulikan," kata Hancock.

    Dalam pemungutan suara Kamis, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt berada di urutan kedua di belakang Johnson dengan 43 suara. Sementara Menteri Lingkungan Michael Gove di tempat ketiga dengan 37 suara.

    Setelah debat yang disiarkan televisi pada Minggu, para kandidat akan membutuhkan minimal 33 suara untuk melewati putaran kedua Selasa 18 Juni. Putaran pemungutan suara berikutnya dijadwalkan dan Konservatif akan turun ke dua kandidat terakhir mereka pada akhir Kamis.

    Jika Johnson tidak kehilangan suara minggu depan, ia dijamin mendapat tempat di dua final. Tetapi dia menerima kritik dari kandidat lain sebagai satu-satunya yang belum mengonfirmasi bahwa dia akan mengambil bagian dalam debat yang akan disiarkan oleh stasiun televisi Channel 4, Minggu 16 Juni.

    Setelah bergegas di seluruh negeri, 160.000 anggota akar rumput partai akan memilih pemimpin baru mereka dalam pemungutan suara pos. Pemenang akan diumumkan pada minggu 22 Juli dan kemudian mengambil alih jabatan Perdana Menteri Inggris dari Theresa May.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id