Albania Bergegas Temukan Korban Usai Gempa Tewaskan 28 Jiwa

    Arpan Rahman - 28 November 2019 15:35 WIB
    Albania Bergegas Temukan Korban Usai Gempa Tewaskan 28 Jiwa
    Tim penyelamat mencari korban di balik puing bangunan yang hancur akibat gempa di Albania. Foto: AFP
    Thumane: Tim penyelamat di Albania berpacu dengan waktu guna mencari korban selamat dari gempa bumi yang telah menewaskan sedikitnya 28 orang dan 45 lainnya terluka.

    Sekitar 650 orang terluka dan 20 lainnya dilaporkan hilang setelah gempa berkekuatan 6,4 magnitudo -,yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir,- menghantam kota-kota pesisirnya pada Selasa.

    Pada Rabu, getaran lain menghantam pulau Kreta di negara tetangga Yunani.  Tim penyelamat internasional telah bergabung dengan kru lokal ketika mereka mati-matian mengais puing-puing bangunan runtuh di Albania yang juga dikenal sebagai negara termiskin di Eropa.

    Lima dari yang tewas ditemukan pada Rabu ketika kru menggunakan pesawat tak berawak, anjing, dan alat berat untuk mencari di bawah reruntuhan. Timbul kekhawatiran gempa bumi bisa lebih mematikan daripada yang terjadi pada 1979 di mana 40 orang tewas.

    Di Thumane, dekat Durres, kota terbesar kedua Albania, seorang wanita berdiri di depan sebuah bangunan yang runtuh. Ia menyerukan penyelamat untuk menemukan keponakannya.

    Segera setelah itu, para kru mengeluarkan dua mayat, polisi mengatakan korban lain ditemukan lebih awal sebelum fajar, dan dua lainnya ditemukan beberapa jam kemudian.

    Di Durres, dua orang juga dikhawatirkan terperangkap di puing-puing sebuah hotel yang runtuh.

    "Kami tidak tahu apakah mereka masih hidup atau tidak," kata Mert Eryuksel, seorang pekerja penyelamat dari Turki, dikutip dari Sky News, Kamis 28 November 2019.

    Orang-orang di kota itu tidur di tenda, mobil, dan di stadion sepak bola ketika sedikitnya 250 gempa susulan yang kuat -,dua diantaranya berkekuatan magnitudo 5,- berlanjut sepanjang malam dan hingga Rabu.

    Beberapa menghabiskan malam di luar, berkerumun di sekitar api agar tetap hangat. Bendera setengah tiang berkibar di gedung-gedung publik di seluruh negeri setelah pemerintah mengumumkan hari berkabung nasional.

    Perdana Menteri Edi Rama berterima kasih kepada Yunani dan negara-negara lain yang telah menawarkan, dan menyediakan, dukungan.

    "Kami merasa senang tidak sendirian dan saya sangat berterima kasih kepada semua teman kami," kata Rama.

    Dia mengatakan, orang-orang yang kehilangan rumah mereka akan ditempatkan di hotel-hotel selama musim dingin dan akan direnovasi kembali "dalam tahun 2020, di perumahan yang lebih baik daripada sebelumnya".

    Tim penyelamat dan pakar bencana dari lebih dari 12 negara, termasuk Prancis, Italia, Rumania, Turki, Serbia, dan Amerika Serikat, sudah tiba untuk membantu.

    Kristina Margjini, yang tinggal di Thumane, menghabiskan malam di luar rumah. "Gempa itu meninggalkan kami tanpa perlindungan. Segala yang kami miliki hancur: Apartemen, jendela, semuanya, dan kami tidak bisa tinggal di sana lagi,” tutur Margjini.

    Sementara kisah pilu dialami perwira polisi, Ajet Peci. Dua anak perempuan Ajet Peci tewas dalam satu blok apartemen yang runtuh di Durres, dan istrinya masih hilang.

    "Bagaimana saya bisa hidup?" Peci berkata.

    "Saya tidak tahu apa yang telah kulakukan untuk bisa keluar. Saya berharap tetap bersama mereka," pungkasnya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id